Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ku Kira Kau Rumah

Ku Kira Kau Rumah

Guma bram yang dari sejak dulu mencintai alina dalam diam. Alina mulai menata barang barang dirinya yang berada di atas meja, dan mengelompokkan nya berdasarkan jenis dan kepentingan. Dirinya meletakkan alat tulis seperti pensil, pulpen dan bolpoin dan penghapus di dalam kotak pensil yang lucu. Alina juga menyiram bunga yang berada pada vas kecil di atas meja kerjanya untuk menambahkan kesan segar.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

"Bukanlah, Tan. Udah dibilangin dari tadi juga." "Manusia enggak ada yang bisa buat plang kaya gini, alatnya aja enggak ada, palingan cuman ada kapur, itupun kalo nulis hilang lagi tulisannya jika terkena hujan atau angin." Tambah Rindu yang memberi penjelasan kepada Tania. "Enggak ada cat atau pensil gitu, Rin?" Tania masih penasaran. "Apa itu? Setauku enggak ada alat begitu."
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Dikejar Dua CEO Tampan

Dikejar Dua CEO Tampan

Lelaki itu memajukan tubuhnya hingga sangat dekat dengan bahu Alluna, membuat Alluna sengaja memperlambat napasnya agar tidak berhembus di sisi Ghani. Ghani mengangguk, lalu kemudian tangannya bergerak, "Pulpennya." ucap Ghani sambil membuka telapak tangannya. Alluna segera memberikan pulpen stylus miliknya. Ghani kemudian menggeser tubuhnya semakin dekat dengan Alluna, bahkan tubuh mereka beradu. Ghani kemudian mulai mencoret coret beberapa detil yang dibuat Alluna, "gambar ini tidak diperlukan, kamu bisa mengantinya. Yang ini, dan ini hilangkan saja. Kamu bisa menambahkan gambar senjata ini." ucap Ghani bak seorang dosen yang sedang mencoret coret hasil skripsi mahasiswanya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Istri Gelap Sang CEO Dingin

Istri Gelap Sang CEO Dingin

Pagi itu, udara desa masih dingin dan lembut, seperti sedang mencoba memeluk siapa pun yang lewat. Alaire berjalan menuju sekolah dengan langkah tenang, mengenakan cardigan hijau tua yang membuat kulitnya tampak lebih hangat. Di tangannya ada sekeranjang kecil berisi kapur tulis, lem kertas, dan beberapa alat gambar untuk murid-muridnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
100 Langkah Melupakan Kisah Kita

100 Langkah Melupakan Kisah Kita

Suara kertas dibuka, suara berisik alat tulis yang dikeluarkan dari dalam tempatnya, juga keluhan beberapa anak karena soalnya sulit, pun mendominasi seisi ruangan. Alena pun begitu. Bukunya sudah terbuka di atas meja, pulpennya juga sudah ada di atas buku. Namun, alih-alih meraih pulpen dan mulai mengerjakan soal di papan tulis, Alena justru menurunkan tangan dan mengambil ponselnya di laci.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Gadis Bau Jelantah itu Kini Bosmu

Gadis Bau Jelantah itu Kini Bosmu

"Pertama, saya menggunakan pensil 2B standar selama ujian. Kertas ini ditulis menggunakan tinta pulpen gel berwarna ungu. Kedua, cium aromanya, Pak. Tinta ini beraroma anggur buatan. Seluruh kelas empat sampai kelas enam tahu persis, hanya ada satu anak manja di sekolah ini yang menggunakan pulpen impor beraroma buah untuk menulis catatan hariannya." Wajah Pak Haris seketika menegang. Ia menelan ludah dengan susah payah. "Dan yang ketiga," lanjut Rani, telunjuknya mengetuk keras bentuk lengkungan huruf 'g' dan 'y' di atas kertas itu. "Lengkungan hurufnya sangat khas dan ditekan terlalu kuat hingga menembus kertas. Ini murni tulisan tangan Hilda Kusuma. Tante Riska dan Bapak baru saja mencoba
414 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

Jiwa Kekasihku di Tubuh Suamiku

Selembar kartu kecil, diselipkan rapi di bawah bantalan beludru. Ia mengangkatnya perlahan. Tulisan tangan itu tidak seanggun milik Chandra, tapi jauh lebih familiar sekarang. Huruf-hurufnya rapi, formal, kaku. Brian. Hanya tiga kalimat. Tapi langsung menghujam hati Alana. “Pensil adalah perpanjangan tangan seniman. Dan seorang seniman tidak seharusnya bekerja dengan tangan yang patah. Aku menelepon teman di Paris. Kuharap ini bisa membantu.”
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

Jerat Rahasia Teman Masa Kecilku

Ia yakin Nara butuh sandaran. Selesai membersihkan diri, Aland siap bertemupur dengan kertas, pensil warna dan penggaris. Lalu menggambarnya pada komputer. Tak semudah itu, apa yang ia gambar cukup sulit dan menguras pikiran.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Di depannya, tulisan tangan goyah dengan spidol ungu: > “Untuk aku yang sudah besar nanti.” --- Ia membukanya perlahan. Kertasnya berwarna krem, agak menguning. Tinta mulai pudar. Tapi isi tulisannya masih terbaca: --- > **“Hai, aku Alana. Umur 10. Aku suka gambar pulau. Aku suka diam. Aku suka tempat yang nggak ramai. Aku nggak suka ditanya kenapa aku diam.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

bebauan obat-obatan kering bercampur dengan bebauan tinta segar yang baru dibuka. Elena duduk di meja kayu dengan punggung tegak sempurna. Postur tubuhnya tidak berubah sejak sejam lalu. Di depannya terbentang kertas putih halus, kuas bambu, dan mangkuk tinta hitam pekat. Tangannya bergerak dengan hati-hati dan terukur. Huruf demi huruf tertulis rapi dalam aksara Barat yang rumit dan indah. Goresan kuasnya halus, tidak ada yang salah.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 609 kali sebagai gambar alat tulis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status