Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Ilmu meringankan tubuh 'Nogo Apung', memang cukup sempurna dikuasainya. Blaarghs..! Blaarsh..! ... Blaampshk..!! Nampak area di sekitar duel mereka hancur porak poranda. Badai angin berpusar dahsyat di tempat itu, pohon-pohon bertumbangan terhantam pukulan mereka yang meleset. Kepulan debu beterbangan, dan rerumputan serta semak belukar pun hangus layu terbakar. Selimut hawa panas pun menebar ke segala arah. Edann..!
9.963.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Bad Blood

Bad Blood

Tujuh Tahun Kemudian Langkah kaki kecil itu terus bergerak mengikuti angin. Hembusan kasar angin di musim gugur membuat dedaunan di pohon merontokkan dirinya dan jatuh beriringan ke atas tanah. Tapi, kencangnya suara angin tak menyurutkan langkah-langkah kaki mungil itu untuk terus bergerak. Entah apa yang mereka kejar, tapi kaki-kaki mungil itu tahu pasti bahwa mereka tidak sedang tersasar. Tujuan mereka pasti ketika jarak telah mengikis antara mereka dan juga sebuah pohon rindang di ujung taman.
1024.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 887 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Tampilkan Ulasan (7)
Baca
+Pustaka
Kikiw
kelar baca sampe ending. saran sedikit buat bab flashback, lebih baik diringkas jadi inti cerita biar pembaca gak bingung menafsirkan atau mengira salah baca. terus buat awal setia bab, mohon jangan banyak kilas balik dari bab sebelumnya, itu pengaruh koin juga kakak author. terimakasih
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Pembantu Kesayangan Tuan Muda

Pembantu Kesayangan Tuan Muda

Dedak dedaunan berjatuhan dari pohon, menciptakan karpet alami yang renyah di bawah kaki mereka. Beberapa orang berpakaian jaket dan syal terlihat berjalan di sekitar, menikmati cuaca yang sejuk namun menyenangkan. Jelita merapatkan jaketnya, menarik syal lebih erat di sekitar lehernya, dan menikmati hangatnya pelukan William. Daun-daun yang berguguran dari pepohonan terlihat seperti hujan keemasan yang menari-nari di udara sebelum akhirnya mendarat dengan lembut di tanah.
10100.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

Aku ngga tahu apa yang dipikirin Akbar, apa yang direncanakannya, apa yang diharapkannya? Kubiarkan badan melorot sampe duduk nyender dinding. Samar-samar, kedengeran Akbar menyudahi percakapan. Angin musim gugur bertiup lagi, meliuk-liuk, menghantam daun-daun merah. Daun-daun lemah itu lepas dari ranting-ranting tempatnya bergantung, terpaksa ikut ke mana angin meniup. Daun mana yang bisa nolak embusan angin?
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

Beberapa hari kemudian Senja telah tiba di atas teras restoran atap yang menghadap ke kota, menyuguhkan pemandangan langit yang berwarna oranye lembut dan awan yang tersapu angin. Di antara rangkaian lampu temaram dan meja yang disusun rapi dengan hiasan bunga mawar merah muda, Andro menunggu dengan hati yang berdebar. Ia mengenakan jas hitam elegan, namun dalam matanya terpancar ketulusan dan keberanian yang tak terlukiskan.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Wisnu melambaikan tangannya, lalu enam orang gadis dengan usia sebaya ditarik dengan kasar ke atas panggung. Setiap jengkal kulit mereka dipenuhi luka, tanpa sisa. Aku menahan rasa sakit yang luar biasa dan mengambil jepit rambut yang tersembunyi di pakaianku, lalu menghantamkannya ke kaca berulang kali. Akhirnya .... Suara kaca pecah menggelegar. Air di dalam tabung menghempas keluar, menyapuku ke panggung.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Kurebut Kembali Suamiku

Kurebut Kembali Suamiku

Angin yang bertiup itu menerbangkan dan menggoyangkan beberapa daun kering di pepohonan. Cairan bening dari pelupuk mata Neisha sudah tidak bisa dibendung lagi. Mereka luruh begitu saja tanpa bisa dicegah, tubuhnya bergetar hebat. Matanya mengerjap beberapa kali untuk menyingkirkan pandangan kabur yang disebabkan oleh air mata.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Salju Jatuh Mengucap Cinta

Salju Jatuh Mengucap Cinta

Dia menerobos kerumunan dan merampas sebuah motor salju. Seseorang mencoba menghentikannya. "Kamu sudah gila? Badai sehebat ini, jarak pandang sangat rendah! Kalau kamu naik pun, nggak akan bisa menyelamatkannya. Malah kamu sendiri yang akan mati! Tunggu sampai badai reda!" Nancy mengertakkan gigi dan mendorong orang itu. "Bukan urusan kalian! Aku pasti akan membawanya pulang!"
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Langit bukan lagi sekadar lawan yang bisa ia hantam dengan gelombang air lautnya. Seolah merasakan tatapan dan gumaman itu dari jarak ratusan meter, Langit menoleh perlahan ke arah Samudra. Sudut bibirnya terangkat tipis... sebuah pernyataan tenang bahwa dia tahu Samudra sedang mengintainya. Pandangan mereka beradu di udara, dan seketika suhu di halaman kampus terasa turun drastis. Daun-daun flamboyan yang terbang mendadak membeku di udara selama satu detik seolah waktu terhenti, sebelum akhirnya jatuh kembali ke aspal.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Jatuh Terlalu Jauh

Jatuh Terlalu Jauh

Sambil tertawa kecil aku mencium pipinya lalu berlari melewatinya dan menuruni tangga. Rasa panas semakin bertambah parah. Aku benar-benar berharap kalau mba Cla mengijinkanku untuk mengikat rambutku. Jika aku mengambil sebotol air es dan menyiramkannya ke atas kepalaku, aku pasti akan langsung kering. Kenapa para pria itu bermain golf di tengah cuaca seperti ini? Apakah mereka gila? Aku tiba di lubang pertama dan aku menyadari seseorang dengan rambut hitam yang di miliki Raka. Bagus.
7.37.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai gambar daun jatuh tertiup angin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status