Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pria Tepat Untuk Karina

Pria Tepat Untuk Karina

Ruangan Brian lebih berwarna, ada beberapa lukisan bergaya Ekspresionisme. Harus Karina akui, Brian pandai dalam melukis. Meskipun dia tidak tau soal seni sama sekali. Belum ada seseorang yang Brian undang ke ruang pribadinya. Sejauh ini, Brian selalu menghindari tamu. Dia bahkan tidak bergaul dengan dosen lainnya. Dia tidak begitu tertarik dengan konsep itu.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Sedanhkan lukisan yang mereka sajikan dari berbagai jenis dan teknik, membuat pengunjung betah di galeri mini mereka. Soal konsep dan ide, Zana memang ahlinya. Otaknya mungkin memang didesain untuk hal seperti itu. Dari segi lukisan, Zana memiliki aliran yang berbeda dengan ketiga anggota utamanya. Zana suka membuat lukisan dark dengan pemaknaan gambar yang cukup dalam. Kanza suka membuat lukisan bak negri dongen yang menyajikan keindahan dan kesegaran. Dimas suka membuat lukisan abstrak lalu anggota lain suka membuat lukisan realistis. "Kita musuhan, Zan," ucap Dirga yang berdiri dengan tampang muka muram di depan stand bazar Zana. "Nggak asik! Sumpah!"
1087.9K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as gambar ekspresif
Show Reviews (27)
Read
+Library
CacaCici
Holla, MyRe. CaCi punya kabar gembira nih. Yuhuuu ... Novel baru kita telah rilis. Judulnya 'Membuatmu Menjadi Milikku.' kisah yang kita semua tunggu, kisah Zeeshan Lavroy Azam dan Nindi Xaviera Adam. Yuk, MyRe, segera mampir ke novel baru kita. CaCi tunggu yah ...(⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)
ryutaa
12-8-25 23:40 done kelar baca novel ini hehehe cerita disini jg ada spilannya nindi n cacan makasih ya kak,ceritanya seru semua... cuma agak gmna gitu giliran mendekati ceritanya zana-ebrahim typo nya banyak bngt hiks T.T tp ku suka kok wlwpun kadang kesel pas Nemu typonya ahaha. maapken ya caci
Read All Reviews
Menikahi Anak Presdir

Menikahi Anak Presdir

Ada sebuah kamar berisi banyak sekali bercak-bercak cat, kanvas yang sudah tercoret gambar-gambar dan kanvas-kanvas kosong lain yang nampak menumpuk sebagai persediaan. Arawinda mengambil palet dan menuangkan warna-warni yang dikehendaki di atasnya. Kali ini, Arawinda akan menggunakan teknik goresan ekspresif saat melukis. Dengan begitu, ia bisa bebas mengekspresikan diri, menggunakan apapun untuk menggores indahnya perpaduan warna menggunakan jari, kuas dan benda yang amat sangat menarik di matanya. Selama setahun terakhir, inilah yang Arawinda geluti untuk membunuh waktu.
102.8K viewsOn holdAdded to Library 99 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
Pernikahan Wasiat Sang CEO Arogan

Pernikahan Wasiat Sang CEO Arogan

Apakah gadis itu, masuk ke dalam? Golda segera membukanya. Didapati Ethan sedang duduk menghadapi kanvas gambarnya. Sedang memainkan pensil untuk membentuk sebuah sketsa. Lukisan biasa dibuat Ethan, adalah aliran Naturalisme. Seni rupa yang mengedepankan keakuratan dan kemiripan objek. Juga salah satu bentuk apresiasi dari para seniman, terhadap keindahan alam yang ada. Perhatian Golda bukan pada yang sedang dikerjakan kakaknya, tetapi pada kata-kata yang diucapkan Ethan dengan tenang.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
I Love You, Mr. Brewok

I Love You, Mr. Brewok

“Itu kan menurut, lo. Coba deh menurut hati lo yang paling dalam, gimana?” “Kenapa jadi bahas itu, sih, Na. Kan aku Cuma nanya doang” “Ya, karna ekspresi lo saat cerita tadi tuh bukan eskpresi seorang mahasiswa yang lagi sebel sama dosennya” “Trus ekspresi apaan dong?” “Kaya ekspresi apa yah namanya? Susah ngejelasinnya. Pokoknya bukan kaya lagi sebel, deh”
104.2K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

KUIKHLASKAN SUAMI MENIKAH LAGI

[Ini Mas Dika gak ngerjain aku, kan? Mas Dika menelan tawanya, lalu menarik napas panjang dan mengembuskan perlahan sampai ekspresinya kembali datar. Dia pun mengirim swafoto pada Cybele dengan menyetel untuk satu kali lihat. Tidak lupa menulis keterangan 'lihat nih ekspresi, ada muka-muka bercanda?' [Gak ada, Mas. Yaudah makasih sarannya!]
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
Istri yang Kabur di Malam Pertama

Istri yang Kabur di Malam Pertama

Bab 77 "Ini kurang ke sini, proporsi kalimat dan gambar disesuaikan. Warnanya juga dibuat kontras agar lebih menarik. Masak kayak gini aja kamu nggak paham. Anak TK aja tahu warna apa aja yang menarik." Ana mendecis kesal Sakha membandingkannya dengan anak TK. Sepertinya laki-laki itu sengaja membuat dirinya tidak betah bekerja di sini.
10157.2K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as gambar ekspresif
Read
+Library
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

Prudence melirik ke arah Xander yang masih tidur. "Aku sempat mikir lukisan realis itu membosankan. Tapi makin dilihat, makin terasa emosinya. Kayak... kita bisa ngerasain capeknya si nenek itu, ya? Apa kamu yang berhasil mengeluarkan semua emosinya dari tangan kamu?" Asha menatap Prudence. "Itu kekuatannya. Tanpa perlu simbol-simbol aneh atau warna mencolok, dia bisa nyentuh kita lewat kejujuran bentuk dan ekspresi. Aku hanya memberikan apa adanya," jawab Prudence.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
Terjebak Hasrat CEO Otoriter

Terjebak Hasrat CEO Otoriter

Laki-laki itu mencoret-coret hasil gambarnya, kemudian meremas kertas putih itu, lalu melemparnya ke dalam bak sampah. Laki-laki itu meletakkan kasar buku gambar dan juga pensil yang dia gunakan, "Aku butuh inspirasi," katanya dengan ekspresi wajah yang lelah. Padahal, di dari kertas-kertas gambar yang tercerai berai di mejanya, hasil desain yang dia buat semuanya bagus-bagus dan juga cantik, tapi menurut Daniel hasil itu masih kurang. Dia butuh model baru yang belum pernah ada.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

“Selesai!” Ia mengangkat kertas itu tinggi-tinggi seolah sedang memamerkan karya besar. Mareeq menerimanya dan memperhatikan lebih lama. Gambarnya sederhana. Seperti gambar anak TK pada umumnya. Komidi putar dengan garis melingkar yang agak miring, kereta kecil, dan tiga figur manusia dengan tangan seperti ranting. “Bagus,” katanya. Freya tersenyum bangga.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as gambar ekspresif
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status