Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!
Tekadnya tetap membaja.
“Tapi, Yang Mulia," ia berucap, suaranya dipenuhi keyakinan, "aku adalah satu-satunya pemanah yang terampil di pasukan kita yang ada sekarang. Yang Mulia tahu sendiri kemampuan memanahku tidak bisa diremehkan. Dengan repeating crossbow ini," ia menepuk busur panah di punggungnya, yang dibuat khusus agar bisa menembakkan panah berkali-kali tanpa perlu banyak pengisian ulang, "aku yakin bisa membantu banyak. Aku bisa memberikan tembakan penutup yang mematikan dari jarak aman, melindungi kalian dari kejauhan. Aku tidak akan menjadi beban, Yang Mulia, justru akan menjadi aset berharga! Kekuatan kami para wanita tidak boleh diremehkan!"
Bab Populer