Cerita di Kereta Bawah Tanah
Melihat wajahku yang memerah sampai ke telinga, barulah ia tersenyum puas dan berkata dengan nada suara yang menggoda sekaligus mempermainkan, “Di dalam celanamu itu, kenapa seperti ada sesuatu yang menonjol? Jangan-jangan… kamu menyembunyikan benda berbahaya?”
Aku sebagai seorang perjaka, tentu saja belum pernah menghadapi godaan seperti ini. Aku langsung merasa seluruh tubuhku panas. Ada sensasi asing yang membuatku benar-benar kehilangan kendali. Celanaku terasa lembap dan gerah, tonjolan di antara paha dalamku, membuatku sulit untuk merapatkan kaki.
“A-aku… aku tidak menyembunyikan apa pun…” Suaraku bergetar tak karuan.