Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rahasia Gadis Biasa

Rahasia Gadis Biasa

'Dipanggil' di sini sudah diartikan kamu dipanggil ke ruang Konseling sebagai anak yang bermasalah. Berat langkah Bella berjalan keluar kelas, meski tidak lupa menggenggam ponsel di saku kirinya. Dia sedang sangat malas bergerak, malas bereaksi apapun, mungkin karena suasana dingin yang menyelimuti akhir-akhir ini. Badannya mulai terasa kurang sehat. Kepalanya pening begitu membuka pintu ruang Konseling.
1017.6K viewsOngoingAdded to Library 688 Times as gelang biasa
Read
+Library
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Hm, sepertinya gampang. Gampang? Tentu saja tidak. Bahkan untuk membuat tempe goreng yang enak saja Emily tidak bisa. Padahal dia sudah mengikuti petunjuk yang ibu itu berikan. Dia memotong tempe dengan ukuran sedang, lalu ditaburi bumbu instan dan ditambah sedikit garam dan bumbu penyedap. Setelah beberapa saat barulah dia menggorengnya dengan api sedang. Tempe pun matang. Emily mencicip. Wajahnya tampak kecewa. Rasanya tawar. Oh, sepertinya kurang bumbu. Emily pun cepat memotong lagi sebagian tempe yang tersisa dan mengulangi lagi hal yang sama. Dia menabur bumbu dengan takaran lebih banyak dari yang sebelumnya. Tapi ternyata, rasanya asin!
9.6286.7K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as gelang biasa
Read
+Library
Bukan Cerita Cinta Biasa

Bukan Cerita Cinta Biasa

Tak berapa lama, mereka kembali, bahkan ibu pun belum sempat rebahan, dan belum ke kamar Ayu, tasnya masih teronggok di dekat tangga, segera Yanti membawanya ke atas, sebelum maminya mengeluarkan serentetan tembakan pedas. "Sudah nih dramanya?!" Mami sudah menyindir, sambil memamerkan sebuah gelang tangan emas berukuran lumayan besar. Entah ini, menyindir ibu atau menyindir Ayu. Memang penampilan ibu Rita, sangatlah sederhana, hanya sebuah gamis dan kerudung panjang saja. Ibu cuma tersenyum, tak meresponnya yang begitu heboh. "Iya, padahal cuma segini loh, harganya." Lanjut mami menyebutkan harganya yang setara dengan harga motor N-max.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as gelang biasa
Read
+Library
Bukan Pengawal Biasa

Bukan Pengawal Biasa

Sedikit di depan, dia menghentikan mobil hanya untuk memindahkan kepala gadis itu ke pundaknya dan merubah sedikit posisi agar dirasa nyaman oleh sang nona, dia merasa kasihan juga. "Kau sungguh merepotkanku dalam banyak hal," dia menggerutu, tapi kemudian tersenyum lucu. "Aku seorang Goblin kenapa jadi sibuk mengurus seekor kelinci." Geleng-geleng tak habis pikir kemudian melanjutkan perjalanan tanpa meneruskan gerutuannya. Terhubung kemacetan mengular ditambah hujan lumayan deras, perjalanan jadi melambat. Mereka sampai di kawasan lebih dua jam dari waktu yang diperkirakan.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as gelang biasa
Read
+Library
Gelora Hasrat Kakak Ipar

Gelora Hasrat Kakak Ipar

Belinda pun langsung antusias dan berniat menghampiri sumber suara, tapi mendadak sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan tanah yang ia pijak mendadak longsor. "Arrgghh!" Kejadiannya begitu cepat saat Belinda tergelincir ke bawah dan tubuhnya pun ambles bersama beberapa tanah-tanah yang juga ambles. Bahkan Belinda sudah memejamkan matanya karena ia meluncur begitu cepat sampai ia pun jatuh ke tanah yang lebih dalam lagi. Buk! "Akhh!" Belinda merintih merasakan punggungnya yang menghantam tanah.
10289.6K viewsCompletedAdded to Library 6.4K Times as gelang biasa
Read
+Library
Tabir Kematian Sahabatku

Tabir Kematian Sahabatku

Kebetulan, gelang mungil itu bisa diregangkan benangnya, mengikuti besar lengan si pemakai. "Aku pakai dulu deh gelangnya sambil nunggu si Dedek lahiran nanti," ucap Tania sambil meregangkan benang pada gelang tersebut, membuat gelangnya membesar hingga bisa masuk di lengan Tania. Baru saja gelang itu melingkar di pergelangan tangan Tania, tubuh wanita itu sedikit mengejang beberapa saat. Matanya melotot dengan napas yang tercekat.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as gelang biasa
Read
+Library
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Dimulai dari bahu hingga ujung lengan, dari dada, paha, hingga ke betis. “Badan kamu bagus, Gending..,” ujar Miss Widya pelan, sembari maju satu langkah lagi. “Tapi, badan saya ini banyak cacatnya Miss.” Sahut Gending sembari mundur juga selangkah. “Cacat?” “Iya, Miss” “Cacat apa?” “Ada banyak bekas jahitan di badan saya.” Cacat yang dimaksud Gending adalah ratusan bekas jahitan di bagian belakang tubuhnya. Dimulai dari pangkal leher, bahu, punggung, pinggang, hingga ke bokong.
1048.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as gelang biasa
Show Reviews (9)
Read
+Library
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Gairah di Jalur Umum

Gairah di Jalur Umum

Namaku Selina Halim, usiaku 28 tahun, seorang wanita bersuami. Wajahku sangat polos, tapi tubuhku jauh lebih menggoda daripada model-model muda. Buah dadaku yang besar seperti buah persik, setidaknya berukuran 36F. Keduanya selalu bergetar setiap kali berjalan sampai rasanya tidak bisa menahannya lagi. Sepertinya aku makin lama makin gatal, sama sekali tidak bisa menahan dorongan tubuhku sendiri. Aku terus membayangkan kenikmatan yang membuat seluruh tubuhku kejang karena terlalu menggairahkan.
6.1K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as gelang biasa
Read
+Library
Gelora Hasrat Bos Mafia Berbahaya

Gelora Hasrat Bos Mafia Berbahaya

Di setiap langkah, rasa perih masih terasa di antara paha. Sakitnya tak seberapa dibandingkan gemuruh di kepala—suara Dimitri, napas, tatapan gelap, dan bunyi detak jam di lounge yang beradu dengan detak jantungnya sendiri. Semua terasa menempel di kulit, menolak luruh meski hujan membasahi rambutnya di perjalanan.
10812 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as gelang biasa
Read
+Library
Gelora Berbahaya Calon Mertua

Gelora Berbahaya Calon Mertua

“Sepertinya Neng pucat sekali. Apa tadi kelelahan?” Celina tersentak kecil, hampir saja sendok kayu jatuh dari tangannya. Ia buru-buru menggeleng, memaksa bibirnya tersenyum. “Tidak, Bik… hanya sedikit pusing. Mungkin karena dari tadi belum sempat makan.” Bik Ijah menaruh bawang yang sudah dikupas, lalu menghampiri Celina. Tangannya yang kasar karena sering bekerja rumah tangga menyentuh bahu sang gadis dengan penuh keibuan.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as gelang biasa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status