Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istriku, Jangan Lari Dariku

Istriku, Jangan Lari Dariku

Dari watu ke waktu, kilatan yang menakutkan akan menyambar seluruh langit malam disertai dengan gemuruh yang memekakkan telinga. Hujan deras mengguyur dengan lebat. Butiran-butiran besar jatuh ke tanah dan menimbulkan percikan-percikan aneh. Tap, tap, tap, tap— Sesekali, hembusan angina akan bertiup dan pepohon akan bergoyang serta dedaunan akan berguguran.
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 931 kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan CEO Dingin

Menjadi Tawanan CEO Dingin

Saking bersemangatnya, Thea sampai terbata-bata sambil menunjuk ke langit, "Di luar ...ada hujan meteor. Kita pergi melihatnya ya?" Aura sebenarnya bukan tipe yang suka keramaian, tetapi hujan meteor ini sangat langka. Meskipun dia terbiasa melakukan segalanya dengan caranya sendiri, dia tetap seorang gadis muda. Oleh karena itu, dia sempat ragu sejenak saat mendengar ajakan Thea, lalu berdiri. "Kalau begitu, tunggu aku sebentar ya." Kota Morimas yang berada di utara memang sudah dingin, tetapi cuaca di malam harinya lebih dingin lagi. Aura pun mengenakan jaket tebal, lalu keluar bersama Thea.
9.8348.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai gemetaran
Tampilkan Ulasan (72)
Baca
+Pustaka
risma iran&gavin
brp bln ngikutin cerita novelmu dn rela top up brp x krn cerita novelmu bagus banget..eeehhh endingny gantung ga jls tamat..minimal aura dn jose saling terbuka menyatakan perasaan cinta dn ga jd cerai gitu..piisss aahh
Cantik
Camelia, sudah 2 hari tidak update. Ceritanya belum selesai, tidak kah kamu mau melanjutkan? beberapa penulis lain berbicara kepada pembacanya, apa kamu juga mau berbicara pada kami? Apa kamu baik-baik saja, Camelia?
Baca Semua Ulasan
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Sebuah umpatan terlontar dari seorang pengemudi motor. “Hei, bisa nyetir nggak kamu?” “Subhanallah” Dzi menarik nafas dalam, mencoba mengatur perasaannya. Beberapa menit ia baru berhasil menguasai emosinya. Laju mobil mulai stabil dan ia berhasil keluar dari kungkungan masalah untuk sementara.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
Istri Tuan Muda Lumpuh

Istri Tuan Muda Lumpuh

candanya. Mattew dengan senang hati menyematkan cincin itu di jari manis Geena lalu berdiri dan melumat bibir manisnya. “Sebenarnya malam ini akan ada hujan meteor, aku mendengar beritanya kemarin. Makanya aku mengajakmu ke sini dan ingin melamarmu saat hujan meteor tiba tetapi aku sudah tidak bisa menahannya, jadi maafkan aku jika menghancurkan rencana yang telah tersusun rapi,” terang Mattew setelah menjauhkan bibirnya dari bibir Geena.
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Episode 196: Bimbingan Orang Tua Yang Baik Hati Dan Tidak Pernah Salah. 3467 / 25 / Gemini (Musim Gugur). 14:09. Bahkan salju yang dingin mencekam tidak sedingin perasaan seorang ibu yang murka .... “KYYAAAAAAA ...!” 'BLEDAARR'. 'BOOMM'. 'BOOMM'.
1020.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 753 kali sebagai gemetaran
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Baca Semua Ulasan
Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Kisah Seorang Pendekar Kanuragan Pilihan

Dhummm Gemuruh guntur menggema di langit yang gelap gulita, menciptakan dentuman yang mengguncangkan bumi. Kilatan petir menyala dengan cemerlang, menyinari kegelapan dengan sorotan yang menakutkan. Atmosfer penuh dengan rasa gelisah dan ancaman yang tak terelakkan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Malam ini, memang terasa sangat begitu melelahkan bagi Ajeng tapi dia senang karena bisa membantu orang lain disaat seperti ini. --------------------------------------------------------------- Halo semuanya, tetap dukung aku terus yah untuk kedepannya 🙂🙏 Note: -Tandu: Sejenis kereta kuda, seperti delman. -Tabib: Panggilan untuk seorang dokter. -Gubuk: Rumah terbuat dari kayu -Dekrit : Tanda pengenal untuk bangsawan ataupun bawahan bangsawan.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Membiarkannya di sini lebih lama dari ini takutnya nanti demamnya bertambah parah, apalagi angin di sini tak tanggung-tanggung banyaknya, walaupun sejuk tapi tetap saja tak baik untuk orang sakit begini. "Entah dia akan semarah apa nantinya? ahh, itu pikir belakangan saja! Aku tak tega melihatnya merintih begini" dengan kemantapan hati aku pun memutuskan untuk membangunkannya saja. Pelan, kuguncang tubuhnya untuk membangunkannya, awalnya tak ada respon tapi lama kelamaan akhirnya mata itu terbuka. Bola mata hitam yang terlihat penuh akan kesedihan, mata yang indah. Kupikir, jantungku sempat berhenti berdetak sejenak.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Menantu Sampah

Aku Bukan Menantu Sampah

Joko mendengus dingin, kemudian dia mencubit beberapa sidik jari di tangannya dan mengucapkan sesuatu, setelah beberapa saat, dia berkata: “Ketika ramalan dimulai, seperempat jam kemudian, ada angin dan petir yang datang dari Barat.” Master Jovian terkekeh dan tidak melihat gerakan apapun, kemudian dia berkata: “Guncangan itu datang dari angin yang dilapisi guntur, tepatnya, ini bukan angin, tetapi guncangan yang disebabkan oleh terbukanya gunung, dan itu buatan manusia, orang ini harus dipenjara.” Joko mengerutkan kening dan menggelengkan kepalanya: “Tidak mungkin! Tidak ada seorang pun di ramalan.”
6.843.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

Ayah Lydia dan Pak Kromo merasakan angin yang berhembus terasa hangat dan semakin kencang. “Kenapa ini pak ....!?” tanya ayah Lydia ketakutan. Dia memegang tangan kiri Pak Kromo yang masih serius melihat di atasnya. Bibirnya kumat-kamit seperti membaca sesuatu. Seketika itu juga tidak ada hembusan angin lagi dan begitu sunyi tak ada suara. “Aaaaarrrggghhh ......” teriak Pak Kromo.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai gemetaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status