Pernikahan Kedua Suamiku
Tiba-tiba saja, kedua tanganku langsung meraih pipi yang terasa begitu memanas, padahal pendingin di ruangan ini menyala, tetapi kenapa pipiku rasanya seperti terbakar seperti ini.
Aku yakin, pasti pipiku ini sudah tidak membutuhkan perona lagi. Sungguh menggelikan, padahal aku sudah bukan remaja yang baru jatuh cinta, tetapi kenapa respon pipiku malah seperti ini.
Benar-benar memalukan!
Aku menunduk dalam, menatap ubin marmer yang terasa begitu mengkilap ketika terkena sorot lampu.
Ah, rasanya aku ingin segera angkatan kaki saja dari sini, tidak sanggup menatap kedua orangtua Rama yang mungkin tengah memperhatikanku.
Hot Chapters