Rayuan Maut Para Tetanggaku
Gairah itu sesekali muncul secara tiba-tiba, membuatku merasa gelisah meskipun aku sedang terluka parah.
"Sar, aku merasa... badanku ini aneh. Ada rasa panas yang naik turun," gumamku jujur.
Sari meletakkan tangannya di leherku, memeriksa suhu tubuhku. "Iya, panas lagi. Sebentar ya, Sari ambilkan kain basah buat kompres."