Kelahiran yang Menghancurkan
Dia pergi dengan penuh amarah, tapi sebelum itu sempat menyemprotkan lebih banyak gas halusinasi ke seluruh ruangan.
Kabut tebal membuat tubuhku kejang-kejang, menambah lapisan siksaan baru di atas racun ular yang sudah mengalir dalam tubuhku.
Di tengah kabut rasa sakit itu, aku mendengarnya, tangisan samar bayiku.
Sebuah suara kecil bergema di kepalaku.
"Ibu... Ibu, tolong aku..."
Itu suara bayiku.
Dalam halusinasi, aku melihat sosok mungil mengulurkan tangan padaku.