Jurnal Sang Dokter
Mendengar itu, aku hanya mengulaskan senyum, berusaha bersabar, dengan segala tingkah arogannya.
"Tidak bisa begitu, saya harus tahu mengenai pasien saya sebelum melakukan tindakan apapun," ucapku, masih dengan ketenangan yang aku pegang teguh.
Aku membuka surat rujukan, di sana tertulis blighted ovum atau hamil kosong, ada kantung terbentuk di dalam rahimnya, namun tidak ada janin di dalamnya. Kondisi ini menyebabkan pasien harus melakukan proses terminasi kehamilan atau proses medis untuk mengakhiri masa kehamilan. Aku harus mengeluarkan kantong itu dengan cara kuretase, jika tidak, akan sangat berbahaya bagi ibu yang mengandung.