Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pemuas Hasrat CEO Dingin

Pemuas Hasrat CEO Dingin

Semua dilakukannya dengan tatapan kosong, seperti mesin yang bergerak tanpa jiwa. Ia duduk di kursi plastik dekat kaca besar, menunggu air panas meresap ke dalam mi instannya. Uap hangat mulai mengepul, mengaburkan pandangan. Nora menyeruput perlahan, membiarkan rasa asin gurih itu memenuhi rongga mulutnya, sedikit demi sedikit menenangkan perut yang kosong. Tapi hatinya tetap saja terasa hampa.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

“Dan aku kosong. Kosong yang nggak bisa diisi sama apa pun.” “Mau aku beli apa pun, mau aku capai apa pun … tetap aja kosong. Kayak … ada bagian aku yang ketinggalan di tempat yang nggak pernah aku ambil lagi,” lanjut Anindya.
1039.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
SUAMI BAYARAN TANTE BOSS

SUAMI BAYARAN TANTE BOSS

Setiap unit apartemen tampak kosong, tanpa jejak kehidupan seorang pun. Setiap kali ia mendekati apartemen yang pernah mereka huni bersama, kenangan manis tentang masa lalu mereka mulai membanjiri pikirannya. Tetapi saat ia memasuki ruang kosong itu, kehampaan yang menyakitkan kembali menyerangnya. "Dia harus berada di suatu tempat," gumam Satya, mencoba meredakan kecemasannya yang semakin meningkat. "Ada yang tidak beres. Ini tidak mungkin."
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 629 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

"...bahkan Justin masih bisa marah." Sunyi. Lalu sangat pelan... ia berkata: "...gue cuma kosong." Kalimat itu menggantung di udara malam. Jagatra memperhatikannya beberapa detik. Kemudian berkata rendah: "Kosong bukan berarti hilang." Rafka tertawa kecil. "Terdengar kayak nasihat tabib tua." "Tapi benar." Sunyi kembali turun. Rafka memejamkan mata perlahan.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

Kilas Balik 10 Tahun yang Lalu Tora mengaduk-aduk mangkuk serealnya dengan tak bersemangat. Hampa. Mungkin itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya saat ini. Ia merasa begitu kosong. Tak utuh. Seperti ada kepingan yang hilang. Kepingan yang memang sengaja ia hilangkan. Kepingan itu sejatinya berarti untuk membuatnya utuh, namun dengan bodohnya ia malah membuangnya. Ia tanpa ragu membuang berlian dan menyimpan batu karang.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

Bertubuh tinggi kekar dengan pakaian sederhana, namun wajahnya sangat bersih sekali dan tampak mendamaikan. “Kehidupan tidaklah benar-benar hidup, dan kematian tidak benar-benar mati. Kenyataan adalah kekosongan, dan kosong adalah sebuah esensi dari keberadaan.” ucap Sang Taya pada Anantari. “Aku tidak mengerti sang maha tinggi?” ungkap Anantari. “Suatu saat kau akan mengerti, dunia tidaklah hampa, tapi kehampaan itu akan tetap ada, kau memiliki kebersihan hati, jagalah dia dengan segenap hidup-mu,” pesan Sang Taya.
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Athanasia

Athanasia

———— SUKSES DULU, SOB Satria : Gue lagi di apartemen, kok sepi? Satria : Nih grup juga sepi amat, kayak ga ada penghuninya. Satria : Woi, pada di alam barzah semua ya? Satria : Sinting, gue ngetik sendiri. Satria : Respon kek j4nc0k. Radit : Ada apa sih kawan, bawa santai aja brodi. Satria : Apartemen kosong gini, kalian pada ke mana?
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Tidak ada satu pun pesan masuk. Hatinya terasa kosong. Rasa lelah dan kesepian yang sulit dijelaskan perlahan menyeruak. Kini, di perusahaan hanya tersisa dia seorang diri. Tanpa sadar, dia pun membuka mulut. "Teresa." Ini adalah pertama kalinya dia menyebut nama itu sejak Teresa pergi. Nama itu seolah-olah membawa kutukan. Begitu diucapkan, dia teringat semakin banyak hal tentang Teresa.
8.9128.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang

Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang

Tatapan kosong. Namun aura mereka jelas bukan orang biasa. Indra melirik sekilas, lalu kembali ke Hansen. “Ini?” tanya Indra pelan. Hansen tersenyum. “Pemanasan,” jawabnya ringan. Indra mengangguk tipis. Tidak ada tanda panik. Tidak ada tanda ragu. Ia justru mengendurkan bahunya sedikit, seperti seseorang yang akhirnya siap melakukan sesuatu yang sudah lama ia tahan.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Sejuta Untuk Sekali Menyusui

Sejuta Untuk Sekali Menyusui

"Apa maksudmu kosong?" "Benar-benar kosong, Pak. Tidak ada satu barang pun. Bahkan tetangga sebelah bilang, tadi petang dia pergi membawa koper dan tas besar. Katanya pamit untuk pindah … tapi tidak bilang ke mana." Deg.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai tatapan kosong seperti apa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status