Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HURT

HURT

tut . Pesan suara itu berakhir. Joon membeku. Jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa detik. “Hana ...,” desis Joon dengan kedua tangan yang mengepal erat. Giginya bergemeletuk menahan rasa nyeri di dada. Rasa nyeri karena amarah dan rasa rindu yang menggebu. Kenapa? Kenapa kau selalu muncul di saat yang tidak tepat, Kim Hana? jerit Joon dalam hati.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

"Oh ... wanita kesayangan suamiku mencoba kabur rupanya." Tania muncul diantara anak buah Dirga, ditangannya memegang sesuatu. "Gendis, kamu turun, atau kuledakkan kepalamu," pekik Tania. "Aku lebih baik mati daripada harus kembali." Dorr ....!! Bersamaan dengan suara letusan, Gendis menjatuhkan dirinya keluar pagar, dengan melilitkan kain di kedua tangannya. Bukk ....!!
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
ZahFad

ZahFad

Yuni langsung memotong pembicaraan. Yuni lalu menyerangnya. Zahra pun berusaha menangkis setiap perlawanan yang mengarah kepadanya. Sampai pada akhirnya tangan Yuni mencekik leher Zahra. "Kamu harus mati! Tidak ada yang tau bahwa aku pembunuhnya." "Aku minta maaf, Yuni," ucap Zahra dengan napas yang tersengal. "Tidak ada kata maaf! Aku akan balas dendam ke kamu, Zahra!"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
Slave

Slave

tawa cekikikan Hasan nyaring bagaikan orang mabuk. "Hasan, kau mabuk?!" "Datanglah kemari sayangku, ooouuggh, aku menunggumu." Klik. Hasan sengaja mematikan sambungan teleponnya begitu mendengar nada panik Ayesha.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
UNPLACED

UNPLACED

Kemudian, tanpa aba-aba, satu sisi bagian tajam gunting tersebut menggores pergelangan tangan kiri. “Ooouch,” celetuknya seiring gunting jatuh dari tangannya. Titik darah terciprat. Detak jantungnya semakin bertalu-talu. Meskipun perih, namun ada sebersit kelegaan di sudut hatinya yang lain. Dia dapat mengakhiri penderitaannya. Dia bisa memutuskan untuk tidak ikut permainan nasib yang bernama kehidupan. Matanya yang masih terbalut air mata berkilat-kilat. Vika berdiri bermaksud mengambil gunting yang jatuh itu.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Part1 "Ada apa? Kenapa ada garis Polisi?" tanyaku pada Amira, karyawan yang bekerja di bagian informasi. "Katanya ada pembunuhan. Barusan mayatnya dibawa pihak kepolisian." "Inalilahi w* inailaihi roji'un." Garis Polisi disamping gedung kantor pun menyisakan tanda tanya untukku. Terlihat buket bunga yang hancur dan seperti kue ulang tahun yang juga terlihat lenyek dilantai bercampur bekas darah.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Bahkan, memperlakukan Helena dengan sangat tidak manusiawi. Usai mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada Zack, Felix bergegas menuju pintu keluar kelab malam. Setelah tiba di parkiran, ia langsung memasuki mobilnya dan melihat ponselnya masih terpasang pada car holder. Sebelum memasang seatbelt terlebih dulu, ia mengambil ponselnya dan mulai memeriksanya. Alangkah terkejutnya ia saat melihat di layar ponselnya tertera panggilan tak terjawab dari Hans sebanyak lima kali. Bukan hanya itu, ia pun menerima notifikasi lainnya dari beberapa rekan bisnisnya yang menanyakan tentang kebenaran sebuah kabar duka. Tidak ingin membuang waktu terlalu lama dengan menduga-duga, ia langsung mencari kont
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
Castle

Castle

Aku berharap dia sedang bersembunyi di suatu tempat. Seseorang terjatuh ke sebelah samping badanku, terasa berat sekali. Badanku hampir tersungkur ke tanah, aku mengubah posisi badanku agar bisa melihat seseorang ini. Aku melihat sebuah pedang tertancap di dadanya, darah segar keluar tanpa henti. Badannya mulai terjatuh. Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku. "Tidak!!!! Daren!!"
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
HEAVY

HEAVY

Renata yang terkejut langsung mengalungkan tangannya ke leher Tara karena takut terjatuh. "TURUNKAN AKU!!!" teriak Renata tepat di telinga kanan Tara. Tara mendesis sepertinya sebentar lagi telinganya mengalami ketulian gara-gara wanita cerewet digendongannya ini. Taramelangkah menuju bibir pantai, membuat Renatamembulatkan kedua netranya. "Kau mau kuhanyutkan?" Tara mulai mengancam, membuat Renata semakin mengeratkan pegangannya pada leher dan bahu Tara.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai hanged
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status