HATI ADINDA
“Mas—“ Langkah Adinda berhenti dengan aliran darah yang seakan tidak mengalir lagi, ia melemas mendengar ada seseorang yang overdosis dan meninggal dirumahnya.
Segera ia berpegang pada tembok merasakan dia tidak kuat lagi berdiri, langit seakan runtuh, petir seakan menyambarnya, beberapa jam lagi harusnya ia sudah ada diruangan operasi untuk persalinan namun kenapa semuanya seperti ini.
Adinda berusaha mengumpulkan seluruh energinya untuk bangkit ia ingin masuk dan melihat semuanya langsung, Adinda menangis, tubuhnya bergetar dalam keadaan perut besarnya ia berlari dan menerobos.
Hot Chapters