Suamiku Bukan yang Kukira
Seolah semua kehilangan, semua kebingungan, semua perjuangan akhirnya menemukan makna yang paling sederhana: menjadi bagian dari kalimat yang lebih besar.
“Arga,” bisikku, “kalau dunia ini menulis kita, apakah kita masih ada?”
“Ya,” jawabnya pelan. “Tapi kita akan hidup di dalam kata-kata, bukan di luar mereka.”
Langit pecah menjadi ribuan halaman.
Setiap halaman berisi fragmen kehidupan: rumah, tawa, hujan, tangan yang menggenggam, ciuman di malam terakhir.
Bab Populer