Tetanggaku Luar Biasa
"Terus kenapa merem?"
"Emm, itu, anu… ." Aku semakin salah tingkah, apalagi Pak Rudi masih tersenyum jahil padaku.
"Kamu pikir, saya akan mencium kamu? Gitu? Siska, Siska! Kamu polos banget sih! Barusan, sikap kamu ini menggemaskan, kayak anak perawan yang baru jatuh cinta tahu! Kalo yang nggak tahu sebenarnya, pasti akan menyangka kamu masih perawan." Pak Rudi terkekeh, seolah meledekku.