Bolehkah Aku Menangis
Mungkin, otakku terlalu tertekan.
Fina mengernyit, tetapi menarik sudut bibir. Dia berjalan mengiringi kami dengan pelan. "Aku sudah mendengar kisah, Kakak Hana, dari Chyci."
Sontak aku menoleh dan menatapnya. "Boleh, aku bertanya sesuatu?"
"Tentu, Kak." Dia menganggukkan kepala.
"Berapa sewa rumah di sini?"
"500 ribu, tetapi untuk, Kakak, cukup 300 ribu saja." Dia menjawab dengan santai, padahal hatiku tak nyaman karena merasa telah membuatnya tak adil pada penyewa lain.
Hot Chapters