Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Kuciumi punggungnya, berharap lelaki itu mau luluh.
“Dasar anak manis. Aku baru lihat ada anak perempuan yang menolak mati-matian saat diajak fly. Oke, Sweetheart. Daddy tidak akan memaksa. Aku juga jarang memakai barang-barang itu, karena bagiku lebih baik menjualnya kepada orang lain ketimbang harus memakai sendiri. Toh, aku lebih senang having sex dengan wanita muda sepertimu, dibanding mabuk-mabukan. Kita memang serasi, Nona manis.” Daddy berucap dengan suara yang lembut. Lelaki hitam berlemak itu memeluk erat tubuhku. Meskipun sudah pakai parfum mahal, tapi aroma keringatnya bekas ‘bermain’ tadi tetap saja tercium agak kecut. Aku harus menahan diri agar tak terlihat mual di hadapan Dadd