Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku si Crazy Hot Boss

Tetanggaku si Crazy Hot Boss

Dengan wajah yang masih memerah ia langsung membua pintu yang menampilkan salah satu anak buahnya. "Apa?" "Ada yang cari bos di luar. Katanya temen bos." Dia mengangguk kecil. "Suruh tunggu sebentar." "Baik." Setelah anak buahnya pergi ia kembali menatap Belina yang menatapnya dengan takut. "Aku mau saat aku datang makanannya udah kamu makan. Kamu tau? Kamu perlu tenaga buat lawan aku," ucapnya menyeringai.
1052.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
Satu Kali Lagi, Boss!

Satu Kali Lagi, Boss!

"Gadis baik... Aku suka itu. Tapi panggil aku Boss... Memohonlah pada Bossmu untuk memuaskanmu..." "Boss... kumohon... ambil aku, miliki aku... aku milikmu, Boss..." ucapku patuh. Rasa haus dan kosong di dalam diriku sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Hingga akhirnya, secara perlahan, ujung tumpul berukuran extra large itu melesak menembus milikku yang masih sangat sempit dan rapat. "Nngghh...!"
277 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
Okay, Boss!

Okay, Boss!

"Oh iya. Ini Raka, cucu Kakek. Dia yang akan jadi atasan kamu nanti." Nindy memejamkan matanya mendengar itu. Hancur sudah kesan positif yang ia dapatkan sedari tadi. Ternyata kesan ketiganya tidak begitu baik, bahkan sangatlah buruk. Siapa yang sangka jika bosnya adalah pria yang selalu memarahinya ketika bertemu? Nindy tidak tahu harus berkata apa saat ini. Mendadak mulutnya berubah menjadi bisu. Dia diam mematung dengan tiga pasang mata yang menatapnya bingung.
9.962.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
Pak Boss, Galakk!

Pak Boss, Galakk!

Angga benar- benar membuatku hancur. Pikiran kalut dan hati yang sakit membuatku tidak fokus kerja seharian ini. Hingga beberapa kali Fika menegurku. Puncaknya saat jam pulang kerja Pak Manager Botak memanggilku. "Kamu dipecat!" katanya singkat sambil melempar amplop coklat yang kelihatan isinya tak seberapa. Darimana aku tahu? Karena Pak Botak terlihat melempar dengan sekuat tenaga tapi lemparannya bahkan tak sampai ujung meja tempatku berdiri.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

“I love you stupid bastard.” “I love you, Boss.”
868 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
The Bastard Boss

The Bastard Boss

bentak Demitrio. Setelah mendengar perkataan Demitrio, akhirnya Renata menurut padanya. Setelah Renata terdiam, Demitrio melepaskan tangan dari mulut Renata, tapi matanya masih melotot pada Renata. Dalam hati Renata hanya bisa mengutuk dirinya sendiri, kenapa dia harus memukul bosnya? Yang ada, kini Renata merasa menjadi tawanan dalam dekapan Demitrio.
9.94.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai i was the final boss
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
Ken Andra
Hallo, semuanya selamat membaca karyaku, ungkapan terindah untuk readers yang telah mampir di sini. Review nya kakak, biar nambah semangat. "Always do your best, and let God do next." (Selalu lakukan yang terbaik, dan biarkan Tuhan melakukan selanjutnya.)
Mikayla Azahra
Aku dilema kak Ken, antara suka sama demitrio atau alghara ❤ . Hihi aku suka cowok yg buas tapi aku gak suka cowok yg murahan. 😂 . Masih memilih antara demitrio and alghara ❤ ya ampun aku dilema besar🙈 . Lope lope buat authorr quh tersayang yg rajin update nya ya, ❤❤❤❤ . Hihi sabari ngolo😘
Baca Semua Ulasan
Please Me, Dear Boss

Please Me, Dear Boss

Membuat jantung Kanaya berdetak tidak karuan. Kanaya menunduk, berusaha mengatur napas. Ada penyesalan yang tiba-tiba menyelinap. Kenapa malam itu ia harus kehilangan kontrol? Kenapa ia harus terjerumus dalam hubungan yang seharusnya tidak pernah terjadi? Sagara—bosnya. Dan lebih menyakitkan lagi... sahabat dari mantan tunangannya. Kanaya menggigit bibir bawahnya pelan, menahan semua perasaan yang bergejolak di dadanya, sementara suasana sunyi kantor justru membuat jarak di antara mereka terasa semakin sempit.
10805 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
My Boss Is My Obsessed

My Boss Is My Obsessed

kata Adelia. “Fashin Style?” tanya Deva. “Apa semua harus kau tanyakan kepadaku, yang bosnya disini siapa??” kata Adelia dengan suara setengah meninggi. “Ba..baiklah nona, saya permisi,” jawab Deva sambil setengah berlari meninggalkan ruangan bosnya. “Hahahahaha, lihat wajah pucatmu,” kata Arisa yang baru kali ini melihat dia tertawa terbahak-bahak.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
I Hate U, Boss

I Hate U, Boss

"Biarkan aku membantumu." Rere mengeleng. "Aldo baru saja mengatakan kalau dia ingin menghancurkan perusahaanmu. Kemenangan tender itu adalah siasatnya. Itu semua karena aku yang masih bekerja di kantormu." Dimas mengeleng tidak percaya akan ucapan Rere. "Pria itu sangat licik!" geram Dimas. "Aku tidak mau melibatkan kamu. Ini adalah perangku sendiri," ucap Rere dengan mata berkilat marah.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
Gadis Terakhir

Gadis Terakhir

“Gue ikut seneng, sumpah … terus si nenek lampir itu gimana?” Nenek lampir yang dimaksud Rossa adalah Abigail. “Aunty … ini minumnya.” Dan perghibahan mereka harus berhenti sebelum dimulai. Aleia datang dari dapur bersama Aarav membawakan minuman kaleng. “Terimakasih anak cantik.” Rossa menjawil pipi Aleia gemas sebelum meraih minuman kaleng dari tangan gadis kecil itu. “Nih ice cream-nya,” kata Aarav memberikan satu cup ice cream kepada Aleia.
1042.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai i was the final boss
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status