You're My Destiny
Windi tidak mau ge-er, tapi tetap saja pertanyaan itu membuat kuncup-kuncup bunga bermekaran di hatinya.
“Tentu, mengapa tidak? Kirimi aku surel, pasti aku balas. Atau jika kamu tidak sibuk, telepon aku, aku pasti senang sekali,” jawab Windi antusias, jujur dari dalam hati. Ia memang pasti senang jika Yoo Ill melakukan semua itu. Ia bahkan mengharapkannya lebih dari siapapun.
“Terimakasih,” katanya. Kali ini dengan bahasa Indonesia yang kaku. Windi terharu mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. Matanya kembali berkaca.
Hot Chapters