Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perishable

Perishable

Regan tersenyum sinis, "Bodoh. Gue minta lo menjauh, masih nggak ngerti?" Merza kini mati-matian menahan sesak di dadanya. Perkataan Regan dan tatapannya itu membuat dia ingin meneteskan air mata. "Nggak," jawabnya sembari menggeleng. "Gue nggak ngerti, kenapa lo minta gue buat menjauh?" Regan menghela napas kasar, "Karna gue nggak suka sama lo." Mendengar itu Merza hanya diam. Dia terlihat tersenyum samar, "Nggak papa. Gue nggak bakal menjauh walaupun lo nggak suka sama gue."
776 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Sebait Asa Pernikahan

Sebait Asa Pernikahan

Merasa sangat bersalah. Selly semakin sesenggukan. Air matanya mengalir tak tertahankan. Perasaannya sudah seperti roller coster. Naik-turun tidak menentu. “Aku tidak mau memaafkan kamu.” “Iya, tidak apa-apa kamu tidak maafkan aku.” Regan tersenyum. Mulut Selly mengatakan tidak memaafkan, tetapi tangannya membalas pelukannya. Bertolak belakang sekali.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Without You

Without You

"Teteh dengar sendiri 'kan tadi aku bilang apa? Jadi, gak ada pengulangan." Renata sedikit kaget dengan perubahan sikap Reina padanya. Seperti ada kemarahan dalam setiap kata yang dilontarkannya. "Kamu marah sama Teteh?" "Nggak, biasa aja. Aku cuma mau bilang, jangan menyia-nyiakan orang yang sudah sangat tulus mencintai Teteh karena belum tentu Teteh bisa mendapat yang lebih tulus dari dia ketika nanti Teteh kehilangan dia," kata Reina sembari melangkah pergi meninggalkan Renata yang masih mematung ditempatnya.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Dia sedang mencoba ikhlas, dan terus akan begitu. Ibarat makanan, kasus itu mungkin dapat dibilang kadaluarsa. Benar-benar terlupa. Bukan saja Ria yang menyerah bertindak, keluarga di rumah pun makin tak punya muka untuk terus menuntut. Mereka semakin diabaikan. Maka keputusan pun jatuh pada pilihan yang sama: mengikhlaskan.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Wanita yang Menolak Lamaranku

Wanita yang Menolak Lamaranku

Segera aku melepaskan dan mengucap kata maaf dengan lirih. "Elang, kamu adalah pria yang sangat tampan Dan sekarang aku merasa menyesal karena pernah menolak. Apa boleh kalau aku melamarmu sekarang? Maksudku, aku mau juga jadi istrimu. Jadi yang kedua juga nggak apa-apa." Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku seperti motor tanpa rem.
895.6K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Broken Heart

Broken Heart

Bahkan aku berjanji dan selalu berjanji pada dirimu sendiri, aku akan memberimu bahagia meski harus kutanggung jutaan rasa sengsara. Maka dari itu, tolong dengarkan aku, Ellina. Janganlah kau buat aku separuh gila begini. Aku sudah cukup tak waras karena mencintaimu, jangan buat aku sepenuhnya menjadi tak waras karena kau pergi.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Sorry, I Love You

Sorry, I Love You

ujar Reno. “Lalu bagaimana dengan anakku yang sudah meninggal. Apa kamu tidak memikirkannya?” “Aku memikirkannya Sel. Bahkan sampai saat ini aku pun merasa sangat bersalah atas kehilangan anakku, tapi aku juga akan memiliki seorang anak. Aku minta maaf padamu, Selvia.” Selvia terus menangis, dia tidak bisa menerima kekalahan. Azura tidak boleh menang. Reno harus menjadi miliknya.
1023.0K viewsCompletedAdded to Library 804 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
I GUESS I MISJUDGED YOU

I GUESS I MISJUDGED YOU

Ucap Brams "Iya, Jesselyn. Kamu tidak boleh terlalu bersedih apalagi dalam jangka waktu yang lama," jawab Mamanya. Walaupun semuanya memberi semangat buat Jesaelyn, dia tetap saja terdiam dan tidak mau bicara. Dia sepertinya merasa trauma dengan kejadian yang membuat bayinya harus pergi untuk selamanya "Aku benci pada kamu, Brams. Mungkin karena ulah kamu pada Shahnaz, aku akhirnya mendapatkan karma ini," bathin Jesselyn.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Bolehkah Aku Menangis

Bolehkah Aku Menangis

Dia mengulurkan beberapa lembar uang yang digenggamnya. Aku menggeleng. "Terima kasih, Kak! Tetapi aku tidak bisa menerimanya." Sejenak aku diam, lalu berkata, "Bisakah, Kakak, pindah rumah dan mengizinkanku kembali bekerja? Maafkan aku, Kak!" Merasa bersalah dan lancang, tetapi aku tak tega meninggalkannya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Bahkan hukuman yang dulu diberikan padaku kini dilipatgandakan untuknya. Begitulah cara mereka mencoba menebus ‘kesalahan’ padaku. Namun, aku sudah tak membutuhkannya. Tak peduli seberat apa hukuman yang diterima Penny, itu tidak akan pernah bisa menghapus luka yang telah diberikan padaku. Bahkan, jika aku hidup kembali, aku tak akan pernah menerima permintaan maaf mereka. Tak sampai seminggu, Penny benar-benar tak sanggup lagi.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as i won't accept your regrets
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status