Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

seru Diana, seraya menatap Ibu sinis. "Astaga, Kak! Apa lo dah gila kali, ya?! Woi. Sori-sori nih, ye. Lo emang usianya di atas gua, tapi untuk masalah ini lo gak bisa kaya gini! Dia Ibu lo, Jubaedah?!"
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

“Bukan ih, gue serius.” “Gimana? Pengin berubah seperti apa?” “Lu lihat Nissa, kan? Dia cantik banget pakai jilbab. Kalau gue jadi lu, mungkin gue lebih pilih Nissa dibandingkan Rine. Kita jauh, Bi, kayak langit dan bumi.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Ucap Ibu sambil memeluk Dino dengan erat dan menangis tersedu-sedu. “Ihh Ibu... Aku ini menang, Bu. Jadi, mengapa Ibu menangis sekeras ini??” Ucap Dino yang sepertinya agak merasa malu karena menjadi pusat perhatian banyak orang, berkat tangisan Ibunya itu. “Ibu ini menangis karena sangat senang, tahu!?” Ucap Ibu yang sekarang tiba-tiba memukul bahu Dino dengan lembut, karena kalimat yang Dino ucapkan barusan.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

Bu Dina mengangguk. “Iya, Mas? Assalamualaikum ....” ‘Waalaikumsalam, Din. Di mana suamimu?’ “Ada, Mas. Ini kami sedang mengobrol. Mau bicara sama Mas Dandi?” Terdengar helaan napas dari seberang sana. “Ada apa, Mas?” ‘Calon suami Adiba kecelakaan. Dia ... meninggal di tempat kejadian.’ “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ....”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.

Wanita yang Kau Hinakan. Season 2.

“Ibu, tolonglah berdiri! Jangan Ibu kotori tangan dan jiwa Ibu dengan bersujud padaku. Bu, aku hanya manusia biasa yang juga punya salah dan khilaf. Aku bukan Tuhanmu, Bu!" ucap Dina seraya memegang ke dua pundak ibu dan meminta ibu untuk segera berdiri.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
HASRAT MEMBARA DOKTER TAMPAN

HASRAT MEMBARA DOKTER TAMPAN

Ibu – Dina Renita menarik napas panjang, lalu mengangkat telepon. “Halo… assalamu’alaikum, Bu.” “Wa’alaikumsalam.” Suara Dina terdengar datar… tapi ada nada menghakimi yang membuat dada Renita langsung menciut. “Kamu lagi kekurangan uang, Ren?” tanya Dina tanpa basa-basi. Renita mengernyit bingung. “Lho… kenapa memangnya, Bu?” “Reza tadi telepon ibu,” jawab Dina cepat.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Tak Seindah Malam Pertama

Tak Seindah Malam Pertama

Dini memperkenalkan Ibnu pada Danu sebagai suaminya yang tentu saja membuat Danu seketika membelalakkan matanya. "Kalau kamu istrinya Ibnu, lalu Maya?" tanya Danu spontan. Sejenak suasana hening, baik Ibnu, Maya maupun Bu Marni tidak ada yang menjawab, hingga akhirnya Dini berkata. "Aku istri kedua Mas Ibnu, Bang," jawab Dini bangga.
9.39.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Gadis Binalku!

Gadis Binalku!

“Yuhuu gantengku cintaku manisku, mami datang! Abis jalan-jalan subuh nih, mami bawain—” Serena dan Daffin langsung kompak melompat bangun ke sisi tempat tidur masing-masing. Diana, ibunda kandung Daffin tidak bisa menyelesaikan kalimatnya ketika melihat ada seorang gadis yang berdiri kikuk bersisian dengan anak semata wayangnya di sana. Dua kali! Dewi Fortuna tolong banget, kalau emang lagi badmood jangan dilampiasin ke gue juga anjir. Batin Serena dalam hati. Ia langsung ingin mendekatkan diri pada tuhan.
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Setelah Sepuluh Tahun Pernikahan

Setelah Sepuluh Tahun Pernikahan

tanyaku iba melihat apa yang diucapkan oleh Dini. "Iya, Bu. Kami sejak pagi belum makan," jawab Dina lirih. "Ya sudah kalian boleh pulang, makan bersama dengan ibu kalian ya?" ucapku mempersilahkan keduanya untuk beranjak pergi. "Siapa nama ibu?" tanya Dina saat keduanya bersiap untuk pergi. "Nama saya Dewi." "Terima kasih ya Bu Dewi, semoga Allah membalas kebaikan ibu," ucap Dina sambil berlalu.
1051.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dinikahi Sultan

Dibuang Mantan, Dinikahi Sultan

sungut Dina. "Ambisi?" "Iya lah, dia itu berambisi banget buat ngerebut apapun yang dia mau. Makanya lain kali kamu harus waspada sama kelicikannya, Na!" cibir Dina lagi. Ia memang menganggap Rina sebagai wanita ular sejak dulu. Setelah selesai mengemas barang pemberian Ridwan, Hana dibantu Dina membawa dua paper bag jumbo untuk diserahkan hari ini juga pada mantan kekasihnya.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai ibu dina
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status