Penguasa Hati
“Kalau bentengmu suatu saat terasa terlalu sempit dan sepi, pintuku selalu terbuka. Jangan lupa.”
Setelah itu, kudengar langkah kakinya menjauh, meninggalkan keheningan yang kini terasa seratus kali lebih berat. Aku berhenti mengetik dan menatap kosong pada paragraf di layar. Kata-kata Rina terus berputar di kepalaku. Kesepian.
Bukan, ini bukan kesepian, batinku mencoba meyakinkan diri sendiri. Ini adalah disiplin. Ini adalah pengorbanan. Sebuah harga yang harus ku bayar untuk sebuah tiket menuju masa depan yang lebih baik.
ตอนยอดนิยม