Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Biarin, Syah. Mereka boleh ngomong apa aja. Aku nggak peduli lagi.”
Namun kenyataan di lapangan jauh lebih pahit. Siang itu, ketika Arga membuka kios, dua pelanggan datang lalu pergi tanpa membeli apa pun. Tak lama kemudian, seorang tukang parkir mendekat pelan. “Bang Arga, maaf ya… aku nggak bisa bantu jagain depan lagi. Tadi siang ada yang bilang kalau aku masih jaga sini, nanti aku disuruh pindah tempat.” Arga menatapnya. “Siapa yang bilang begitu?” Tukang parkir itu menggeleng cepat, jelas takut. “Aku nggak tahu, Bang. Tapi mereka nyebut-nyebut nama Rangga.”
ตอนยอดนิยม