Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istriku Seorang Juragan

Istriku Seorang Juragan

"Maaf ya kang, selain teh Ayu. Sinta juga dari dulu gak tahan sama bau badannya Jingga, suka mual bahkan sampe sakit kepala" Aku terkejut mendengar kata-kata Sinta, yang langsung mengubah suasana menjadi canggung. Emak menatap Sinta dengan raut wajah yang sulit kubaca, sementara teh Ayu tampaknya mengerti alasan itu dan menyeringai tipis. Dengan berat hati aku mengangguk, mengiyakan permintaan mereka. "Yasudah, ahmad ngalah lagi"
103.6K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as insan mokoginta
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Sebagai gantinya terdengar suara orang mendamprat "Orang gila mana yang berani datang menghantarkan nyawa ke bukit Batas Kilau Dunia? Kalau cuma pencuri tengik yang ingin memperkaya diri sebaiknya batalkan keinginan. Jangan mencoba mencuri emasku. Jika tetap berlaku nekad aku akan mengajaknya mabuk sampal mati lalu baru kuizinkan jiwanya mengambil emas diseluruh bukit ini Ha ha...." "hai! Siapapun yang bicara. Ketahuilah aku tidak menginginkan emas-emas butut yang memenuhi bukit ini. Aku datang ingin bertemu dengan seseorang yang dikenal dengan julukan Dewa Mabok!" Jawab Pendekar Sinting dengan suara lantang menggeledek. "Kurang ajar! Beraninya kau bersuara keras di wilayah kekuasaanku. Apak
98.8K viewsOngoingAdded to Library 290 Times as insan mokoginta
Read
+Library
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

Kedua mobil itu berhenti tepat di tengah-tengah, di depan Ashraf dan juga Balqis yang memang berada di pinggir jalan sebelah kebun teh. Pengemudi mobil yang dari Utara turun, terlihat perempuan dan laki-laki yang memakai pakaian santai. Perempuan itu memakai gamis dengan topi yang besar. Dan laki-laki itu memakai celana dan baju pendek serta kacamata hitam. "Ning Ayra, Ustadz Ridho," sapa Gibran saat keduanya membuka topi dan juga kacamatanya.
9.524.9K viewsCompletedAdded to Library 870 Times as insan mokoginta
Read
+Library
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Mobil Rin berhenti tepat di depan gerbang Clair Art Sachool. “Sampai jumpa besok!” ucap Rin pada Isabel yang baru saja mendorong pintu mobil. Isabel hanya tersenyum ketika sebelah kakinya menapak ke tanah. Pada sahabatnya itu, dan pada matahari yang bersinar esok hari, ia tidak bisa menjanjikan apa-apa. Perasaan seperti itu sudah lama menderanya, perasaan dimana kematian seolah berada sangat dengan dengannya. Itu tidak normal, tapi Isabel merasa perkenalannya dengan makhluk abadi lebih tidak normal. Seperti yang J-End bilang, “Aku tidak bermaksud apa-apa, tapi kurasa kalian perlu psikiater!” Lalu, seperti petir yang menyambar, Isabel merasa percuma berharap pada J-End. Rin mungkin bisa men
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 330 Times as insan mokoginta
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Lantainya kotor, daun kering berserakan di mana-mana, hewan-hewan kecil berlarian saat dua manusia melewatinya. "Jangan berani-berani menipuku, atau kau akan menyesal!" gertak Asih yang merasa janggal karena tak ada satu ruangan pun yang dia lihat terisi. Pria tersebut hanya diam, melanjutkan langkah menuju sebuah ruangan luas dengan perabotan yang telah rusak. Sosok itu mendekati sebuah gambar besar di dinding, lalu menyentuh sesuatu di sana.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as insan mokoginta
Read
+Library
Bertukar Tubuh dengan CEO Tampan

Bertukar Tubuh dengan CEO Tampan

Wanita tua itu memperkenalkan diri. Nama itu membuat wajah Mok berseri-seri. Pria yang mengenakan setelan kemeja warna nude tersebut langsung mengulurkan tangan kanannya ke depan. “Namaku Mok. Aku sedang mencari Anda. Yang kudengar, tiga puluh tahun yang lalu … Anda pernah menjadi suster kepala di panti asuhan ini.” Suster Anne terperangah. Tiga puluh tahun itu bukanlah waktu yang singkat, tetapi sangat jarang ada orang yang masih mencarinya setelah sepuluh tahun lalu, dia menyerahkan kepemimpinan panti kepada juniornya.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as insan mokoginta
Show Reviews (17)
Read
+Library
Oei Monica
Halo guys! Maaf semalam ada kekeliruan kasih nomor bab. Seharusnya kemarin aku up Bab 122 - Berlomba Untuk Mendapatkan Informasi. Judul dan isi bab sudah bener ya, cuma angkanya aku salah tulis Bab 123. Sudah aku edit. Tinggal tunggu lolos saja. Barusan aku up Bab 123 - Dia Terlalu Meremehkan.
DUCATI MONSTER
Tukang drama di novel ini? LU DONG Tukang selingkuh di novel ini? LU DONG Mertua kejam di novel ini?LU DONG Ayah dan suami kikir di novel ini? LU DONG Pria serakah di novel ini? LU DONG Yang pengecut juga LU DONG! Kabur cuy! wkwkkk Cepat Thor bikin mampus nih orang!
Read All Reviews
CINTA yang TERSAKITI

CINTA yang TERSAKITI

Natasya mengerutkan kening saat melihat pria itu memberikan hormat kepada pria yang berdiri di belakangnya. “Bertanyalah, Ibu! Kenapa pria itu menaruh hormat kepadaku? Atau kau akan mati karena merasa penasaran,” sindir Sandoro pelan. Natasya menelan ludah dengan sukar, ia mengabaikan apa yang dikatakan oleh pria itu. Ia memberikan senyuman kecil kepada petugas keamanan yang berjaga. “Selamat siang! Saya ingin bertemu dengan pimpinan di pabrik ini.”
2.6K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as insan mokoginta
Read
+Library
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

Drrrr drrrr drrr Getar ponselnya membuyarkan lamunannya, dengan berat dia pun mengangkatnya. "Terimakasih," ucap seorang wanita di telpon. Terimakasih? Farhan sedikit bingung tiba-tiba saja seorang berterimakasih padanya tanpa intro terlebih dahulu. "Apa yang kamu bicarakan, terimakasih? Ini aneh," tutur Farhan yang mengira jika dia sudah salah dengar kerena kebanyakan minum. "Farhan ini aku Stella, terimakasih telah mengantarkan ku pulang."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as insan mokoginta
Read
+Library
CINTA INI BUTA

CINTA INI BUTA

cetus satu suara di balik pintu pagar. Riana menghembuskan nafas kasar saat melihat Marvel telah berdiri menunggunya, tapi keningnya mengkerut saat melihat pria itu menggunakan motor untuk menjemputnya. "Sejak kapan seorang Marvel menggunakan motor!" celetuk Riana dan semakin kesal saat melihat Marvel hanya tertawa tanpa menyahuti omongannya. "Ini sepesial untuk menjemput bidadariku!" kerling Marvel, seketika membuat Riana mencibir melihatnya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as insan mokoginta
Read
+Library
Si Bungsu Shintya

Si Bungsu Shintya

Saat di depan kelas, Shintya di kagetkan seorang anak perempuan yang memiliki keperawakkan menarik, tinggi, putih, dan satu kata yang menyempurnakannya, cantik. "Hai,, " sapanya "Iya, hai,," "Kenalin, Deslich Mangganta Pratama." ujarnya sambil mengulurkan tangan. "Aku Shintya Ananda." membalas uluran tangan anak perempuan itu. Mereka pun saling tersenyum. 'Udah cantik, baik, ramah lagi.' ucap Shintya dalam hati. "Tadi aku udah telat loh. Astaga, aku di hukum jadinya. Bunda sih, kelamaan banget ngantarnya." ujar Deslich, memulai percakapan.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as insan mokoginta
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status