Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terpisah Sebab Pariban

Terpisah Sebab Pariban

Tanya Lina. "Senja itu sebagai tanda, bahwa matahari tidak rela meninggalkan bumi. Kesetiaan matahari terlihat disaat dia mulai tenggelam, yang mana matahari tetap menyinari bumi lewat bulan." Jawabku dengan mata masih menikmati senja yang begitu indah. "Nggak, matahari tidak setia. Kalau dia memang setia, kenapa dia tenggelam, dan bersembunyi di balik bulan?" Tanya Lina sambil melihat kearah ku.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ia ingin menjernihkan fikiran dengan melihat hujan ditrotoar area tunggu Mahasiswa Garuda. “Aku ingin menjadi hujan. Meski jatuh berkali-kali, merasakan sakit yang sama, tapi bisa bermanfaat dan membuat orang yang melihat merasa bahagia,” tuturnya. Bergumam sendiri, menghirup sedalam-dalamnya aroma tanah yang diguyur hujan. “Dan Aku, ingin menjadi seperti Angin. Mengarahkan dan membawa hujan kearah dan tempat yang tepat,” sambung pemuda berjas hitam. Dengan dasi yang masih rapih terbasahi guyuran hujan.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 269 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
LAILA

LAILA

Ucapku. "Kamu tahu! kenapa senja membuat orang nyaman? Karena ia tidak membuat orang kepanasan dan tidak juga membuat orang kedinginan. Tidak seperti pagi maupun siang hari dan juga malam." Balas Wira puitis sekali. "Seperti kamu! Aku selalu merasa nyaman di dekatmu. Benarkan Wira?" Tanyaku mencoba menggoda Wira. "Kita namai tempat ini AI?" Ucap Wira, tidak mau memperlihatkan rasa senangnya saat aku goda. Dia mencoba mengodaku balik. Dasar gak mau kalah.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Penyesalan di Ujung Perpisahan

Penyesalan di Ujung Perpisahan

Pada tahun ketiga aku memalsukan kematianku, aku didatangi oleh ibu dan anak dari Keluarga Surya. Demi mengusir mereka, aku mengancam akan bunuh diri sambil membawa pisau. Sampai putri kami yang berusia tujuh tahun memegang selang oksigen ayahku. Gina berdiri di samping, mengancam dengan suara bergetar. "Ezra, kamu mau ayahmu mati atau menikahiku kembali, keputusan ada di tanganmu!" Aku terlalu emosi hingga sekujur tubuhku gemetar, tetapi terpaksa aku meletakkan pisau dan menikahinya kembali. Begitu kembali ke rumah yang tidak asing itu, aku berubah menjadi sosok ayah dan suami yang paling sempurna di Keluarga Surya. Adik angkatku sedang murung dan butuh ditemani Gina. Aku segera menyingkir
297 viewsCompletedAdded to Library 11 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Senja menulis dengan hati yang penuh cinta, membiarkan perasaannya mengalir bebas di atas kertas. Puisi itu tidak hanya menjadi ungkapan cinta, tetapi juga sebuah harapan. Harapan bahwa apa yang dia rasakan tidaklah sia-sia, bahwa mungkin saja Langit juga merasakan hal yang sama. Senja menulis dengan harapan bahwa suatu hari nanti, Langit akan membaca puisi ini dan memahami betapa dalam perasaannya. Cinta yang Tumbuh di Senja Di bawah langit senja, Ku temukan dirimu, tak terduga.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

ELEGI SENJA Perih itu Menembus benteng-benteng kulit ari Hingga lebur pada jangat kulit diri Pedih itu Tak lagi mampu meracun hati Karena pedih terlanjur abadi Tangis ini Bukan lagi mengalir sepi Tapi mendarah memanas hakiki Senja kala itu menjadi saksi Kabar duka mendera Menjadi titik di mana kau tak berbalik Melebur satu bersama ombak Menjadi buih di tengah lautan tanpa tepi Sesal bergulung mengundang hujan
106.1K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Kenapa Ginos merebutnya lagi? Susan merasa seperti ada batu berat yang menekan hatinya. Dia berjongkok untuk menyeka air mata Julian dan menelepon Ginos. Tidak ada yang menjawab setelah menelepon lima kali berturut-turut, tetapi Wenny memperbarui postingan lagi. [Selamat untuk putri kesayanganku, Nana, yang menjadi satu-satunya murid guru Joses. Bakat dan kerja kerasmu akhirnya terlihat olehnya, senang banget!]
17.2K viewsCompletedAdded to Library 602 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Saldo di rekeningku sudah membuatku tenang kembali. Setelah itu, pandanganku tertuju pada sejumlah nenek berambut putih di depan gedung seni dan budaya. Mereka mengenakan pakaian cerah sambil membawa kipas. Senyuman di wajah mereka menggetarkan hatiku. Ketika masih muda, aku termasuk bunga desa. Aku pernah bergabung dengan grup seni, tetapi mengundurkan diri setelah menikah dan punya anak.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Suara muncul dari dalam Suar, nyaring seperti dibisikkan langsung ke benak semua yang hadir. “Yang kalian bangkitkan bukan masa depan. Ini cermin dari nafsu yang kalian beri nama harapan.” Orang-orang mulai berteriak, sebagian jatuh pingsan. Rakis tersungkur. Dari ujung pelataran, Bu Senja datang berjalan lambat, membawa lentera kecil. “Kalian tidak mengaktifkan Suar,” katanya tenang. “Kalian memecahkannya.”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as inspirasi puisi senja
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status