Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Anak Kembar Tuan Miliader

Anak Kembar Tuan Miliader

sambung Ben dengan nada suara serak dan berat, menambah kesan seksi dan dominan pada dirinya. Jayden membulatkan matanya, terkejut dengan arah pembicaraan yang dibawa oleh sahabatnya itu. Jayden sedikit menjauh untuk melihat ekspresi Ben setelah mengatakan hal kurang ajar seperti barusan tentang Ivy, wanita baik yang ia kenal saat dirinya belum sesukses sekarang. Ada rasa tak nyaman saat Ben mengatakan hal vulgar seperti itu. Jayden bisa melihat seringaian puas disertai dengan alis matanya yang terlihat naik turun di wajah tampan milik Ben.
8.9K viewsCompletedAdded to Library 310 Times as iya benar
Read
+Library
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

tanya Ibunya dengan halus. Alex masih terdiam. Ben sudah mulai membuka suara, “Hi, Dad. Sudah lama tidak video call. Itu ubannya sudah banyak saja ya.” Balas Ben dengan ceria. Ayahnya bisa sedikit bahasa Indonesia. Uban pun termasuk kosa kata yang di ketahui. Alex menatap Ben dengan tajam V-call an, kok lo ga ngasih tau gue? Ben yang tahu dipelotitin oleh Alex.
84.7K viewsCompletedAdded to Library 125 Times as iya benar
Read
+Library
AKU BUKAN BENALU

AKU BUKAN BENALU

Protes ibu mertua "Loh ibu emang sudah boleh makan yang bersantan gitu? santan kan bikin kolestrol bu. Soto bening saja yaa bu biar lebih sehat dan tidak berlemak. Kalorinya juga lebih sedikit." Rayuku kepada ibu mertua "Kamu emang menantu ga berguna, ga pernah bisa nyenengin ibu." "Nining minta maaf bu, tapi Nining melakukan ini demi kebaikan ibu sendiri."
104.3K viewsOngoingAdded to Library 170 Times as iya benar
Read
+Library
Suamiku, Ayah Mantanku

Suamiku, Ayah Mantanku

Ia terpesona seketika. "Kenapa?" tanya Vita. Ben langsung menggeleng, "Kamu jelek kalau nangie, mending kayak gini diem." "Bapak mau bilang saya cantik?" Ben langsung tertawa, "Jangan narsis, saya gak suka cewek cengeng kaya kamu." "Halah, Anda yang udah tua mah bukan waktunya suka-sukaan sama cewek, udah beranak pinak pasti, sudah punya istri dan tinggal memikirkan bagaimana hubungan kakian stabil."
10107.5K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as iya benar
Read
+Library
Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

Lia terdiam beberapa detik setelah mendengar nada marah dalam suara Beni. "Mas, kenapa ngomongnya begitu? Adrian itu cuma tahu nilai dirinya sendiri," bela Lia dengan nada tidak terima. "Nilai diri?" Beni tertawa hambar. "Lia, nilai diri itu dibuktikan dengan kemampuan dan pengalaman kerja, bukan karena merasa punya hubungan keluarga dengan seseorang."
108.8K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as iya benar
Read
+Library
OUCH IT'S YOU

OUCH IT'S YOU

Belum tentu. “Take your time, Jenata. Aku hanya mau kamu nggak mikir macem-macem. Bundaku baik. Dia selalu nerima semua yang aku sayang,” “I know. Aku percaya kamu lahir dari seorang ibu yang baik hati Ben. Aku Cuma butuh waktu. Semoga kamu ngerti ya,” Ben ngangguk. Sebelum pergi, dia nggak lupa nyium keningku sambil ngusap perutku. Sebuah kebiasaan baru yang nggak pernah absen dia lakuin.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as iya benar
Read
+Library
Kami Bukan Benalu, Bu

Kami Bukan Benalu, Bu

Kami Bukan Benalu Bab 23 POV Hanum Kejadian saat menjelang akad nikah benar-benar membuatku malu. Bagaimana bisa? Mas Satya datang bersama Jelita, istri tuanya ke acara akad nikah kami. Tidak sampai disitu saja, di depan semua orang, Jelita dengan percaya diri memperkenalkan diri sebagai istri pertama Mas Satya. Tentu saja, hal itu membuat semua orang terutama teman-temanku, memandang sinis dan merendahkanku. Mereka bahkan terang-terangan menyebutku pelakor.
1044.6K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as iya benar
Read
+Library
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

KENZIO “Salah satu tim gue.” Ben menjawab tanpa memandang padaku. Perhatiannya tertuju ke arah countdown timer di depan sana. Sesolid itu Ben pada bawahannya. Dia benar-benar tipe pimpinan yang pasti sangat disenangi para karyawannya. “Gue pikir istri lo yang sakit.” “Bisa dibilang begitu.” Kalimat itu masih diucapkan tanpa memandang ke arahku.
9.9141.8K viewsCompletedAdded to Library 5.5K Times as iya benar
Read
+Library
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

“Tapi ini bukan tentang pantas atau tidak pantas. Ini tentang kebenaran. Kebenaran bahwa kamu adalah putra Surya Wibisana. Kamu tidak harus menjadi The Serpente yang baru. Tapi kamu bisa menjadi Beni, yang memahami dari mana ia berasal, dan memilih dengan bijak ke mana ia akan melangkah.” Ibu Beni mendekat, merangkul pundak anaknya dari belakang. “Nadia benar, Nak. Ayah dan Ibu tidak pernah menganggapmu ‘tidak pantas’. Kamu adalah anugerah yang dititipkan pada kami, dan kami bersyukur setiap hari. Darah mungkin satu hal, tetapi cinta dan keluarga adalah hal yang lain. Dan kau akan selalu menjadi anak kami.” Lintang, yang masih mencoba memahami semua kerumitan itu, menempelkan diri di sisi Be
104.2K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as iya benar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status