Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

“Nanti Ibu bilang sama ayahmu dulu.” “Pasti dibolehin, Bu.” Kinan berkata dengan penuh keyakinan. ***
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Suddenly We Got Married (Series 4)

Suddenly We Got Married (Series 4)

Mengarahkan pandangannya pada kedua orang tuanya, yang seolah dibuat bingung akan perkataannya barusan. Menyambar dan menggenggam kedua tangan orang tuanya. “Mama sama Papa adalah orang yang paling ku utamakan di atas segalanya. Aku seperti ini karena kalian. Apapun tindakanku, pasti atas sikap yg kalian ajarkan. Tapi maaf, jika kali ini apa yang akan ku lakukan, tak mendapatkan ijin dulu dari mama dan papa.” “Zi, maksud kamu apa, Nak?”
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Suamiku Polisi

Suamiku Polisi

Ah, ayahku ini mungkin lagi bercanda. Ibu akhirnya terdiam, lalu permisi hendak pergi, kuantar Ibu sampai gerbang. "Dina, jika ayahmu mau kawin lagi, jangan setuju kau, gak enak kulit beribu tiri, pokoknya jangan setuju ya," kata Ibu. Ayah benar, Ibu masih berpikir bisa mengatur semua orang. "Maaf, Mak, jika bena Ayah mau nikah lagi, aku tak bisa cegahlah, ayah juga berhak bahagia," jawabku kemudian.
9.218.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 505 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Madu Wasiat Adik Iparku

Madu Wasiat Adik Iparku

“Tentu kamu akan ikut Ibu, Nak. Memangnya kamu mau ikut ayahmu?” Dia menggeleng. “Aku ikut Ibu,” ucapnya. Kali ini aku menolehkan kepala kepadanya. “Apa itu artinya kamu mengizinkan ibu pisah sama ayah, Nau?” tanyaku ingin tahu. Naura tak banyak bicara. Dia hanya mengangguk sembari terus menatapku. “Terima kasih, Naura. Ibu janji nggak akan membiarkan kamu kekurangan kasih sayang meskipun tanpa ayahmu. Ibu janji, Nak,” ucapku bersungguh-sungguh.
1025.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 773 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Kucari Jodoh Yang Biasa Saja

Kucari Jodoh Yang Biasa Saja

Tak kubayangkan bagaimana nanti kalau kami dipertemukan kembali. "Karena Yangtimu ibu Ayah, ibu yang melahirkan Ayah, Ibumu juga tidak pernah mengizinkan Ayah melawan Yangtimu. Dulu Ayah selalu menunggu Ibumu meminta Ayah untuk mengajaknya pergi. Ayah rela meninggalkan semuanya asal selalu bersama Ibumu. Tapi sampai detik ini pun Ibumu tak pernah memintanya, bagi Ibumu surga di telapak kaki Ibu. Bagaiman bisa Ayah berpaling dari wanita sebaik Ibumu." Tampak keseriusan di wajah Ayah saat mengatakannya. "Ayah berjanji kali ini hanya ada Ibumu, tidak ada yang lain."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Perginya istri Rahasia Ceo

Perginya istri Rahasia Ceo

Zahra menghela napas perlahan. “Aku mencintaimu, Kayden.” Kata-kata itu membuat jantung Kayden berdegup lebih cepat. “Tapi aku juga mencintai ayahku,” Zahra melanjutkan. “Dia satu-satunya orang tua yang aku miliki. Aku tidak bisa mengambil keputusan besar ini tanpa berdiskusi dengannya. Ini bukan hanya soal izin … tetapi juga tentang restu dan berkah.”
1023.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 539 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Kegelapan dibalik Kedamaian

Kegelapan dibalik Kedamaian

Ucap Ayah tegas dan lembut. “Dien pergilah. Kami selalu mendoakan keberhasilanmu. Satu yang ayah minta, kamu harus pulang apapun yang terjadi.” Ucap Ayah mengizinkan Dien pergi, meskipun ibu tampak berat hati. Dien melihat ibunya yang khawatir. Ibu hanya bisa mengangguk dan merestui. “Pergilah! Jalankan misimu dengan baik dan kembalilah ke rumah ketika selesai.” Ucap Ibu tersenyum berat hati, lalu menyerahkan kembali gaji Dien kepada Dien.
10964 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

kelakar ibuku sambil memijit telinga Ayah. "Jangan itu yang ko pijit, ini ku lah, Bu!" Ayah memberi perintah dengan menaik turunkan pundaknya ke arah Ibu. "kalo itu yang mau dipijit, aku pun mau, Pak. Nah, aku dulu lah, nanti baru Bapak. Gantian kita!" "Yaudah, sini, Bu! Firda pijit pundak Ibu, Ibu pijit pundak Ayah," usulku dengan berpindah tempat.
9.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Rahasia Suami yang Tidak Pernah Menyentuhku

Rahasia Suami yang Tidak Pernah Menyentuhku

"Maafkan aku, Ayah. Aku tidak bisa ikut dengan Ayah karena sekarang yang bisa memberiku izin adalah suamimu." Sontak, aku, Ayah dan Ibu menggelengkan kepala tak percaya pada keputusan kila. "Kila, astaghfirullah."
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
 Bangkitnya Istri yang Dikhianati

Bangkitnya Istri yang Dikhianati

Tapi tetap saja yang dilakukan oleh ibunya itu tidak benar. “Terserah Ibu aja, Yah. Aku beneran nggak akan mengizinkan siapapun ikut campur rumah tanggaku. Aku udah terbiasa menghadapi dan mengambil keputusan sendiri.” Ayah Binar tidak ingin membahas itu terlalu jauh karena menyadari kesalahannya di masa lalu.
9.8296.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai izinkan ayah izinkan ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status