Mantan Jadi Tetangga
“Karena kalau iya, aku sudah siap minta maaf lagi. Bunganya masih kurang, ya?”
Marvella mendengus pelan, lalu bersandar pada dinding kamarnya. “Kamu sadar nggak, jam berapa sekarang?”
“Jam setengah sepuluh lewat di Singapura, artinya setengah sembilan di Jakarta,” jawab Dastan otomatis. “Yang pasti, waktu yang masih wajar untuk menebus kesalahan.”
“Dengan dua belas buket mawar?” nada Marvella masih dingin, tapi getar kecil tawa di ujung kalimatnya mengkhianati perasaannya. “Kamu pikir mau ngelamar janda anak satu untuk nikah?”
Bab Populer