Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasiaku Diketahui Sang Chef!

Rahasiaku Diketahui Sang Chef!

Semuanya dilakukan seperti biasa. Hanya saja... beberapa kali ia berhenti di tengah pekerjaan. Seolah pikirannya melayang ke tempat lain. "Jem." Rani menunjuk gelas di tangannya. "Itu meja lima." Jemima menoleh. "Oh... iya." Ia buru-buru mengambil nampan. Saat berbalik, gelas latte di tangannya bergoyang hingga sebagian kopi tumpah ke tatakan.
277 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Ibu Untuk Teman Kecilku

Mendadak Jadi Ibu Untuk Teman Kecilku

sahut Willy. “What?” Amelia terperanjat, namun Willy tersenyum, “itu kan misal, Mel.” “Hmm,” Amelia masih tertegun. “Well, sudah setengah lima,” kata Willy sambil melihat arlojinya, “aku temani kamu pulang ya.” Amelia mengangguk.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
JARAK SEJUTA DETIK

JARAK SEJUTA DETIK

tanya Friska terkejut. “Barusan banget aku sampe rumah. Tadi landing di Bandara sore jam 5 an.” “Oh. O-okay, kita ke sana.” Panggilan berakhir. Friska menghela napas lelah dan menoleh pada suaminya yang tampak bertanya-tanya. “Kenapa si Amara?” tanya Faris.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Masalah hatinya juga kini sedang bermasalah, perlu diperbaiki. “Oh jelas, kau hanya baru tau sekarang saja,” ucap Zavier tersenyum bangga. Sudah hampir 45 menit mereka berlari kecil. Berhenti kemudian berlari kembali. Sekarang keduanya berhenti lagi, mengatur napas yang mana sudah hampir menipis. Lebih tepatnya untuk Carissa, perempuan itu sudah terkapar lemah di atas kursi yang terbuat dari bambu. Keduanya duduk di depan warung yang bertuliskan ‘buka 24 jam’
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
Usai Keputusan Cerai

Usai Keputusan Cerai

Jam berapa dan di mana? [Jam empat di kafe biasanya.] [Oke.] [Nanti kujemput.] [Nggak usah. Kita langsung ketemuan di sana saja seperti biasa.] [Oke.] Arham bernapas lega. Entah apa yang akan menjadi keputusan nanti, yang penting ketemuan dulu.
9.8357.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai jam setengah lima
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Alodia Erica Christy
storyline nya best, especially watak FL yg kuat, tapi saya penasaran, watak mas bre dari mana? sbb readers mula menyebut namanya di ruang comment bermula di chapters 9. spill novel nya please, kalau mas bre dari novel lain, anyway you deserve more then 5... keep it up author. reader dari Sarawak.
Hariyasdika Fajar Pratiwi
Big Thanks utk author kesayanganku mba Lis Susan. cerbung paling favorit Rahasia Tiga Hati yg ketiga tokoh utamanya bikin gagal move on terutama mas bre. akhirnya mas bre ku dikasih kehidupan kedua di cerbung ini, setelah sekian purnama cuman jadi cameo di judul2 sebelumnya wkwk. love u sekebon mb ...
Baca Semua Ulasan
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Suara gelas pecah terdengar nyaring, cairan sampanye bercampur darah mengalir di tubuhku. Aku menoleh ke arah Steve, berharap bantuannya. Tapi, dia malah memarahiku dengan lantang di depan semua orang. “Kamu buta?! Menara sampanye sebesar itu saja nggak kelihatan?” “Malah sengaja menabrak, kamu tahu nggak seberapa pentingnya acara ini? Aku benar-benar nggak habis pikir, orang nggak berguna sepertimu hidup untuk apa, sih?!”
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Julius—mempersiapkan pemutaran rekaman selanjutnya, sembari mendengus. Wajah lelah Jonathan jatuh ke pangkuan lengannya, samping ranjang. Lelaki itu mengeluh kasar. “I don’t fucking know, okay? Just—kita dengerin dulu aja. Sisa berapa lagi recording tadi?” tanyanya, mengangkat muka. “Half way,” Julius menunjuk pada gulungan frame yang dia pakai untuk restoring rekaman telepon antik itu. Samuel—mulutnya, telah disekap. Jonathan akan langsung mematikan recording itu, jika Samuel drop lagi.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai jam setengah lima
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rain (angg_rainy)
Terima kasih yang sudah baca Samuel-Sienna sampai tamat, hatur thankyou ...🫶🏿 Maaf jika masih ada typo dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, cieh. Untuk yg mau baca karyaku yg lain, author ini multi nasional ko, eh multi platform, bisa di Novelt**n, Victi*, Dr**me, H*nov*l, dll
widurindriarti
Suka banget sma kombinasi keduanya Sienna awalnya sosok yang menguasai trnyata yg dy siksa stiap hari Samuel adl macan tidur. Kondisi berbalik Samuel yang menguasai permainan...... Very nice dark romance
Baca Semua Ulasan
(Bukan) Sepupu Idaman

(Bukan) Sepupu Idaman

"Satu jam empat puluh lima menit, Jo." "Oke, kalian bertiga sekarang hormat bendera selama satu jam empat puluh lima menit. Gue denger ada bantahan, posisi gak serius, banyak ngobrol gue tambahin lagi lima menit semuanya. Paham? Oke, laksanakan!" tegasnya. Hazel mendengus kesal pada laki-laki yang sialnya ia sayangi itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
Aku dan Wanita-wanita Simpanan Suamiku

Aku dan Wanita-wanita Simpanan Suamiku

Jam menunjukkan sudah lewat lima belas menit dari waktu yang dijanjikan. Vira kembali menyesap jus melonnya. Dia meletakkan gelas minuman yang isinya tinggal setengah sambil menarik napas panjang. Wanita yang rambutnya dibiarkan tergerai itu melepas kaca mata berwarna gelap yang sedari tadi dia gunakan. Sepuluh menit berlalu lagi. Bosan.
1066.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

DIKIRA MISKIN SAAT REUNI

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang. “Selamat pagi, Yon!” Dia menjawab. Menoleh padaku lalu mempersilakanku untuk duduk. “Oh masih pagi, ya, Pak? Kirain sudah siang.” Aku menarik kursi dan duduk di depannya. “Tergantung, sih. Tergantung dari mana sudut pandang yang melihatnya. Bagi saya masih pagi, masih banyak waktu untuk berbenah.”
10261.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.1K kali sebagai jam setengah lima
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status