Dokter, Sentuh Aku Lagi
Ia membuka tutup panci dengan lembut, memperlihatkan masakan yang disusunnya cantik.
“Mas makan dulu, ya, aku ke atas sebentar ganti sepatu.”
Ia melangkah, lalu berhenti sejenak dan menoleh ke arah Kirana.
“Oh, iya, Kirana. Kalau mau makan, jangan lupa cuci tangan dulu, ya. Di rumah ini banyak kuman dan parasit, takut terkontaminasi apalagi kamu lebih rentan karena lagi hamil.” Kalimat itu diucapkan dengan nada lembut, tapi cukup tajam untuk membuat wajah Kirana menegang.