Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Siksa Aku, Suamiku

Jangan Siksa Aku, Suamiku

Briyan. Setelah memastikan aman, Alena pun mencoba menghubungi nomor ponsel ayahnya. Sayangnya, tidak satu pun yang terhubung. Semua panggilan hanya dijawab otomatis [ Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi. ] Hal itu membuat Alena jadi khawatir dan cemas. “Ayah kamu di mana? Kenapa tidak bisa dihubungi?” keluh Alena sambil berusaha menghubunginya lagi.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

​Ibu jari Renshu menekan pelan pergelangan tangan Liying. ​"Tatapan matamu tidak boleh terbagi," lanjut pria itu dengan nada rendah yang memerintah sekaligus membuai. "Fokuskan pada satu titik. Anggap apel itu adalah mata pria yang ingin menghancurkan hidupmu."
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

seru Juna gagap setengah mati dengan ritme genjotan yang perlahan mulai disesuaikan secara dinamis dan lembut. "Mbak bener-bener selalu menjaga kesucian ini hanya untuk pria sakti pilihan seperti kamu, Arjuna... ahhh, jangan berhenti bergerak, Le!" rintih Ners Shinta semakin tenggelam dalam lautan kenikmatan duniawi yang memabukkan batinnya.
89.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
TO GET HER

TO GET HER

Bersambung jangan lupa tinggalkan komentar yaaa
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
Jangan Remehkan Aku, Mas!

Jangan Remehkan Aku, Mas!

Tuhan itu maha adil dan aku percaya bahwa hukum karma itu ada. Aku pun memilih untuk tidur saja dan tidak mau lagi memikirkan siapa yang Mas Rendy menemaninya telepon sampai selama itu. Jahe hangat yang kubuatkan tadi pun sudah mulai dingin karena sampai saat ini belum disentuh juga. Tanpa menunggu waktu lama, aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan bersiap untuk tidur. ***
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

“Jangan menyentuhnya.” Celine terlonjak dan refleks menarik tangannya kembali. Suara Raven yang dingin dan menakutkan itu membuat bulu kuduk Celine merinding. Celine tersenyum kecut. “Kenapa aku tidak boleh menyentuhnya? Dia cuma seekor kucing yang–”
1045.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai jangan sentuh
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Baca Semua Ulasan
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Tap. "Ikuti ketukan ini, namun pikiran tetap fokus pada layar. Apapun yang terjadi di sana, biarlah terjadi. Lepaskan apapun yang mengganggu. Biarkan pergi. Sekarang kamu aman di sini. Lepaskan. Menjauhlah secara perlahan," ucapnya dengan jari masih sibuk mengetuk-ngetuk meja. Membuat bunyi yang konstan. Tap. Tap. Tap. Tap.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 778 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

“Isyarat ramah. Dari mantan partner yang lagi bahas peluang.” Isyarat ramah? Rasanya lebih kayak foreplay. Mey menarik tangannya, tapi langsung merindukan kehangatan itu. “Batas profesional nggak termasuk sentuhan fisik di meja rapat.” “Batas profesional juga nggak melarang gestur ramah kalau konteksnya pas.” “Dan ini pas menurutmu?” “Ramah. Natural.” “Rasanya lebih dari sekadar ramah.”
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

Kamu Kalau kau ada kesempatan Jangan perturutkan Jangan kebablasan Itu itu itu hanya bisikan nafsu syetan Stop Stop Mbak Stop Stop Mas Ojo ngono tho mbak Jaga pandangan mas Jaga pandangan mbak Dari pandangan mata bisa jadi kerasukan Kerasukan apa saja bisa jadi terlarang Jangan Mepet-Mepet! Jangan mepet-mepet! Janagan mepet-mepet! Jangan mepet-mepet!’
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai jangan sentuh
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
Siapapun yang membaca cerita ini, tolong berikan tanda dengan komen atau ulasan. Walau hanya sepatah dua patah kata, itu sangat berarti bagi penulisnya 🥲 Terima kasih buat semua yang sudah memberikan ulasan ...
Agatha Orchidas
ternyata cerita ini manis kak... ... aku suka alurnya, aku gak paham ttg bahasa yg bagus baik dan benar itu seperti apa... sejauh ini bagiku bahasa hanya penghantar penyampaian kata... intinya aku suka... ... semangat terus kak... lanjut ya... ...
Baca Semua Ulasan
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

“Yang kau katakan itu benar. lebih baik move on dan jangan pedulikan lagi orang itu.” “Mungkin dia menolakku karena aku bukan tipenya jadi itu bukan masalah untukku.” “Baguslah. Dengan begini kami tidak perlu cemas.” “Oh iya, bagaimana kalau sekarang kita ke club?” “Oke.”
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai jangan sentuh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status