Terjerat Obsesi Bos Baruku
Satu tangan berkelana di puncak yang lain, memilin lembut dengan ibu jari dan telunjuk.
“Oh… Jarrel,” satu desah lolos di detik yang sama ketika pelupuk mataku terasa memberat. Aku membusungkan sedikit tubuhku seakan meminta Jarrel menelan semuanya.
“Aku bisa berlama-lama disini, kalau itu yang kau mau,” sahut Jarrel sebelum melahap yang sebelah bergantian. Memanjakanku dengan kulum lezat dan pijat jemari. Terkadang ia menggigit main-main, menggesekan gigi pada area yang membuatku mengernyit dan merintih secara tertahan dalam kondisi telapak yang satu mendarat di belakang kepalanya, sementara yang lain menutup mata putus asa.
Bab Populer