CEO Bertopeng Giok
"Kita tidak punya waktu untuk disia-siakan."
Rama, yang sedang menyiram sebuah tanaman aneh yang daunnya berkilauan seperti obsidian, menoleh dengan tenang. "Api yang terlalu besar hanya akan menghanguskan kayu bakarnya sebelum sempat memberi kehangatan," katanya puitis. "Jembatan empati yang baru saja kau bangun itu masih terbuat dari benang-benang sutra yang rapuh. Jika kau langsung datang dan menuntut sebuah jawaban sebesar Nama Kekuatannya, jembatan itu akan runtuh. Kau akan dianggap sebagai penyerang lagi, dan pintu komunikasi itu mungkin akan tertutup selamanya. Sebelum kau bisa bertanya, kau harus belajar untuk mendengar."
Hot Chapters