Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Wasiat Kakek

Suami Wasiat Kakek

jawab Elegi dengan suara terbata-bata. Elegi tidak berani menatap mata Pramana yang sedari tadi mengamatinya, ia hanya menundukkan kepala lekat. Tangannya yang perlahan ditarik Atalas, tubuhnya tertarik mendekat dengan tubuh Atalas yang lebih tinggi darinya.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Mantan Dokter Jenius Menikahi CEO Beracun

Mantan Dokter Jenius Menikahi CEO Beracun

"Sekarang dia sudah mulai mencurigai sesuatu." Nenek Gideon menunjuk kursi kosong di hadapannya. Meminta Elina duduk. Di saat yang sama, dari lantai atas Hotel Aethera, suara musik piano mulai menggantikan jazz. Melodi sendu, berat — lagu yang sama dengan yang diputar di pemakaman ibunya. Dan jauh di atas sana, seorang wanita yang dipilih khusus untuk Gideon sedang menunggu di balkon rooftop, gaun putihnya berkilau di bawah lampu.
10280 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Kekasih Sang Tuan Peri

Kekasih Sang Tuan Peri

Ia hanya menginginkan pria yang masih muda dan tampan untuk bersenang-senang dan memanfaatkan kesenangan panas mereka untuk menyerap Esensi Jiwa yang berharga. Prinsipnya adalah mendapatkan semua kenikmatan yang ada! Ia melirik lagi pria di depannya. Sungguh penampilan rupawan yang sangat jarang ditemukan! Ia berpikir, jika saja ia bisa menyerap Esensi Jiwa dari seorang Klan Peri, itu merupakan sebuah keberuntungan besar! Esensi Jiwa mereka tentu saja jauh lebih berharga daripada milik pria manusia biasa.
101.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Istri Mafia

Balas Dendam Sang Istri Mafia

Saat Calvin menyematkan cincin di jariku, aku melihat ketulusan di matanya. Mungkin, aku bisa mencoba membuka lembaran baru. Ketika pastor mengumumkan bahwa kami boleh saling berciuman, organ gereja tiba-tiba memainkan melodi yang tidak termasuk dalam upacara pernikahan. Itu lagu piano favoritku, Für Elise. Dulu, Elias berkali-kali memainkan lagu itu untukku. Aku tersentak dan menoleh ke lantai dua gereja.
41.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 863 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

Begitu kepingan terakhir diletakkan, Piano Grand Selaras mulai mengeluarkan cahaya biru yang menyilaukan. "Bagus," puji Adrian. "Sekarang, mainkan 'Simfoni Penciptaan' yang ditulis kakekmu." Jihan duduk di depan piano. Jemarinya menyentuh tuts yang terasa dingin. Ia mulai memainkan melodi yang sangat lambat, sangat sedih. Namun, di balik melodi itu, ia menyisipkan frekuensi yang berbeda—frekuensi yang ia pelajari dari *The Thunder Drum* di Kalimantan.
892 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan

Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan

Sikapnya terlihat santai dan rileks. "Silakan ikut aku, Tuan," kata wanita tadi. Uraga sedang memainkan kecapi. Ketika mendengar suara langkah kaki, dia hanya melirik dengan dingin, lalu kembali memainkan kecapi dengan kepala tertunduk. Auranya yang begitu elegan memberikan kesan bahwa dia adalah pemuda bangsawan yang terpuruk. "Lama nggak bertemu," ucap Eliska.
9.8252.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai jenis puisi elegi
Tampilkan Ulasan (137)
Baca
+Pustaka
durencherry
Suka banget novel ini, pada harus baca deh. Walaupun awalan ceritanya kurang menarik dari tata bahasa terjemahannya, tapi lama kelamaan bahasanya meningkat menjadi lebih baik, dan semakin seru ceritanya, sepertinya ganti penulis terjemahannya? bagus deh. Penulis aslinya pintar, ceritanya masuk akal.
sitiauren24
mkn ksini mkn kasian sm pradipta, dikehidupan lampau sbg Arjuna, dia dikrbnkn oleh klrga nya sendiri, dia mencintai eli tp tdk bisa mengungkapkan dgn bnr krn brbagai trauma, stlh reinkarnasi, dia mlh nyasar ditubuh pradipta, hny bisa mencintai eli tp tak bisa memiliki, smg hppy ending. up tiap hr y
Baca Semua Ulasan
Diculik Calon Adik Ipar

Diculik Calon Adik Ipar

Eloisa memperhatikan interior restoran yang bergaya eropa klasik saat dia memasukinya bersama Pak Darius. Dia langsung menyukai atmosfer di restoran ini yang terlihat tenang dan klasik. Ada piano di ujung ruangan yang sekarang sedang dimainkan, dan penataan ruangannya juga terlihat elegan. Membuat orang betah berlama lama disini walau hanya untuk mendengarkan permainan piano itu. Eloisa adalah wanita yang pendiam dan agak kaku, karena itulah dia jarang memulai pembicaraan. Namun sekarang dia merasa berada dalam posisi serba salah.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

Fjola tak percaya. “Aku melihatnya menyebut nama gadis itu ketika tidur dulu. Dari igauannya aku dapat merasakan betapa dia mencintainya. Lagi pula, apa dia pernah berkata bahwa setiap peri memiliki satu orang jodoh dari bangsanya sendiri? Mereka hanya mencintai satu peri yang memang sudah berjodoh dengan mereka. Mereka boleh menikah dengan manusia, tetapi tetap saja manusia itu dianggap budak oleh bangsa mereka. Kau tahu hal itu, kan?”
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Sama-sama Egois

Sama-sama Egois

Kusungingkan senyum kemenangan. Pove Bima. Duduk di teras rumah sambil menyesap kopi, angin sepoy-sepoy menemaniku malam ini, malam yang begitu dingin, hati yang kesepian. Ting. Ponselku berdering, gegas kuambil benda pipih tersebut, mataku terbelalak melihat pesan yang baru saja kubaca. Aku tidak yakin jika Sindi mengirim pesan tersebut, bahkan tulisan Sindi tidak seperti itu biasanya, tulisan jadul yang di singkat-singkat, sudah pasti ini yang menjawab pesanku Abidin, adik kesayanganku.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

MENGASUH TUAN MUDA BRENGSEK!

Perlahan musik itu semakin laju dan menyuruhku untuk mendekat ke arah Edmund. Aku menarik bangku tersebut dan duduk di depan Edmund. Dia hanya menyesap wine bening itu dan menarik dasinya berkali-kali, dan melepas kancing jas. "Itu musik Lumeire dari Stephan Moccio." Aku hanya mengangkat alisku dan mengangguk, yang Edmund maksud adalah alunan piano tersebut. Musik piano semakin membuatku merasa dingin dan panas. Dingin karena cuaca malam, dan panas karena berada di sekeliing Edmund.
1014.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai jenis puisi elegi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status