Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kecil Sang Direktur

Istri Kecil Sang Direktur

batin Kiara. "Sayang, sini! Ayo salaman dengan calon suami dan calon mertuamu dulu," ucap Jenita. Ia berdiri lalu melangkah mendekati putrinya. Jenita pikir Nelson dan Kiara tak saling mengenal. Oleh karena itu, ia sengaja memperkenalkan mereka lebih dulu.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Pembunuh Adikku

Jerat Cinta Pembunuh Adikku

Mereka membuat rencana untuk konstruksi tanpa memperhatikan keselamatan para pekerja yang nantinya akan bekerja di kilang minyak itu. Setelah selesai rapat, Diego memakan hidangan yang sudah disiapkan untuknya. Setelah memakannya, ia langsung terbatuk-batuk seakan sedang tersedak. Orang-orang yang berada di dalam ruang rapat berlarian mendekati Diego dan berusaha menolongnya. Salah seorang asisten Diego mencoba mengeluarkan makanan yang membuat Diego tersedak dengan cara abdominal thrusts dimana asisten itu menekan area ulu hati diego secara kuat untuk mengeluarkan makanan dari tenggorokkan Diego. Ia mulai dengan memeluk Diego dari belakang kemudian mengepalkan salah satu tangan tepat di ulu
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

Ki Bayanaka melepas ikat kepala berlambang Astagina yang hanya ia sendiri yang miliki dan menyerahkannya pada prajurit itu. “Berikan ini pada Sakuntala, katakan padanya kalian sudah membunuhku. Mayatku masuk ke dalam jurang bersama dengan putriku Jenar. Maka kau akan selamat,” ucap Ki Bayanaka sekaligus membuat Sanggageni dan Jenar tak mengerti. “Ayahanda, apa yang kau lakukan?” protes Jenar. “Aku punya rencana bagus, Jenar!”
1098.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

Sedang Jenar menari-nari di atas dataran Rakajiwa tepat di ambang gerbang utama. “Itu Jatiwungu, bedebah bodoh yang sudi menundukkan diri di hadapan perempuan jalang!” umpat Warasena dari atas kudanya. “Ini Suji Pati. Baik lah akan aku lihat apa Jatiwungu mampu bertahan melawan Candralawa.”
1015.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Jaka Geni tertawa kecil lalu usap hidung istrinya. "Keris itu bernama Keris Batu Raden. Keris sakti yang katanya pemberian Nyai Ratu Kidul. Ada dua keris, atau sepasang lebih tepatnya. Satunya lagi bernama Ajibarang. Dua keris ini mempunyai kegunaan yang sama. Sama-sama bisa memanggil siluman dari dunia lain. Meski nenek Sekar Wangi mengambilnya dengan cara licik, tapi aku senang juga. Karena dengan itu Gondo Sula bisa selamat dari kematian." kata Jaka Geni.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Jerat sang Mantan

Jerat sang Mantan

Pesan dari Johan ia lewatkan untuk sementara, toh kalaupun ia balas secepatnya mungkin Johan akan membacanya satu atau dua jam kemudian. Yang terpenting akhir-akhir ini adalah gosip di grup geng masa kuliahnya yang dinamai Red Ladies. Nama itu tidak bermakna spesial hanya saja menunjukkan mereka (dahulu) sering nongkrong di Red Cafe. Ternyata grup itu sedang ramai mengomentari postingan si Suci, yang memamerkan gaun super seksi untuk acara reuni nanti. [Itu dadanya bolong sampe susu kamu kelihatan setengah gitu??] tulis Killa sewot.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN part 1 "Aaaahhh ... tolong, Mas, saakiiitt ...!" Terdengar suara teriakan serta rintihan dari rumah pengantin baru, yang baru saja selesai mengadakan resepsi. Aku dan juga Intan saling berpandangan mata, mendengarkan rintihan itu. "Waduh, kok seram ya dengarnya. Gue jadi takut kawin. Eh, maksudnya nikah," ungkap Intan sambil bergidik.
1065.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Jeratan Cinta Tuan Muda

Jeratan Cinta Tuan Muda

Dia melanjutkan ucapannya, kali ini dengan suara yang lebih pelan, menunjukkan betapa lelahnya dia dengan hidupnya. "Sepertinya kamu gak tahu, kan? Aku ini cuma anak yang gak diharapkan. Anak haram. Jadi, kalau kamu menikahiku untuk balas dendam, kamu salah besar. Aku gak tahu apa-apa. Dan mau aku semenderita apapun, mama gak akan peduli." Jasmine menunduk, air mata mengalir di kedua pipinya. "Aku lelah, Zio. Aku lelah menjadi kambing hitam atas semua kesalahan yang bukan milikku. Aku juga butuh bahagia, bukan hanya Putri atau kalian semua."
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta sang Tuan

Jerat Cinta sang Tuan

Bulan bingung apakah orang-orang di sana tak peduli atau takut ikut campur. "Turunkan aku!" Bulan menjerit makin kencang ketika dua kakinya dikunci lengan besar dan kuat pria itu. "Diamlah. Kau bisa lelah." Bulan membeku ketika tangan kurang ajar itu menyentuh bokong. Air matanya jatuh. Tubuh Bulan lemas karena jantung yang terus berpacu cepat. Ucapan Bik Tari berulang di telinga, membuat perut Bulan bergejolak dan akhirnya perempuan itu muntah.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

Jeritan yang terpantul di dinding-dinding besi, bergaung hingga ke luar pelabuhan, bercampur dengan suara laut yang terus bergemuruh. Dan di tengah jeritan itu, Khailas berdiri tegak, dingin, memastikan pesan yang ia tanamkan akan melekat seumur hidup Jelita, bahwa Allura bukanlah wanita yang bisa disentuh, apalagi dijatuhkan. **
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 648 kali sebagai jeritan kuntilanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status