PEMBALASAN DEWA MAUT
Wajahnya memerah, bukan hanya karena upaya fisik, tetapi karena amarah melihat penghinaan di depan matanya.
Dia mengayunkan pedangnya, tetapi dia tahu, melawan seorang Utusan Kiri tidak bisa hanya mengandalkan senjata tajam.
Ki Maruta, Utusan Kiri yang menyusup, tertawa dingin. Matanya memancarkan kegelapan yang tenang.
“Lunggana, ternyata Jati Sakti begitu rapuh. Hingga mudah disusupi!" cemooh Ki Maruta.
الفصول الرائجة