Putri Buangan Jadi Kesayangan
Pedagang menjajakan cokelat panas, roti manis, keju roda besar, kain impor, jam saku, hingga parfum dalam botol kaca kecil.
Tesa tidak bisa berhenti menoleh ke kiri dan kanan. Matanya semakin berbinar-binar seperti anak kecil.
"Ini… luar biasa," gumamnya pelan, nyaris lupa menjaga suara maskulinnya. Inilah tempat yang Tesa impikan.
Tempat pusat kehidupan!
"Duke apa itu?" Ia mulai cerewet. Menunjuk di sana-sini.
Beruntungnya, Gabriel sedang dalam suasana hati yang bagus. Ia kembali melirik sekilas dengan santai. Sudut bibirnya bergerak samar, hampir seperti senyum yang tidak ingin terlihat.
Hot Chapters