Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as kafe micasa
Read
+Library
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

jawab Aksara. Wajah Mutia berbinr. "Wah, makasih banyak, Mas Aksa!" "Iya sama-sama." Tak berapa lama mobil pun sampai di kafe. Nama kafe itu Mawar. Sesuai namanya, banyak rumpun mawar merah mengelilingi kafe itu. Kafe itu mempunyai konsep campuran antara outdoor dan indoor. Aksara dan Mutia turun dari mobil dan dengan berjalan ke arah resepsionis kafe untuk mengambil buku menu.
824.7K viewsCompletedAdded to Library 665 Times as kafe micasa
Read
+Library
Madu Suamiku

Madu Suamiku

Lalu Zahra menyimpan kembali ponselnya, lalu melangkah mantap keluar dari gedung Dirgantara Group menuju Resto & Cafe X yang terletak hanya dua blok dari kantornya. ​Suasana di dalam kafe bergaya kolonial itu cukup tenang, diiringi alunan musik jazz instrumental yang mengalun lirih. Di meja nomor 5 yang terletak di sudut agak remang, Melisa sudah duduk dengan anggun. Kacamata hitam bertengger di hidungnya, dan sebuah gaun merah marun yang mencolok membungkus tubuhnya. Di atas meja, sebuah tablet pintar tergeletak sengaja dalam posisi mati. ​Pintu kafe berdenting. Sosok Zahra melangkah masuk.
8.220.4K viewsCompletedAdded to Library 756 Times as kafe micasa
Read
+Library
PRAMESWARI

PRAMESWARI

Yuka menyahut dengan kegelisahan yang terlihat jelas dari sorot matanya yang nanar, "Evan, mana itu si Mytha?" Evan menjelaskan, kalau tamu laki-laki sama perempuan begini, biasanya Ladies Companion-nya berbeda. Kecuali dia request, minta ditemani. Jadi, dia harus mengisi formulir dulu. Biasanya di bawah menu pesanan. Yuka manggut-manggut, tanda mengerti. Sebenarnya, yang menjadi masalah terbesar berada di kafe ini adalah takut. Takut kalau ternyata coffee latte atau semua coffee yang dijual di sini, bukan kopi biasa. Tapi sudah dicampur dengan … Pemikiran Yuka terhenti seketika, begitu ekor matanya menangkap bayangan seseorang yang selama ini dirindukannya, Prameswari. Iya, benar. Menurutny
107.5K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as kafe micasa
Read
+Library
TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

TANPA BA BI BU HEY NIKAH YU!!!

“Aku makan. Habis itu kamu pulang.” Bara terkekeh. “Sip. Misi berhasil.” Siang itu, datanglah klien besar mereka: Maya. Seorang perempuan muda dengan gaya fashion majalah, bicara cepat, dan tatapan kritis yang bikin semua orang keringat dingin. “Jadi begini, Siska. Konsep kafe kemarin bagus… tapi kurang instagramable,” katanya sambil menaruh tas designer di kursi.
910 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as kafe micasa
Read
+Library
Pemikat Hati Sang CEO

Pemikat Hati Sang CEO

Secangkir kopi yang Keysa hidangkan akan membuat kalian terbawa ke dalam jerat swarnadwipa milik Keysa. Cafe Amore, tempat di mana gadis bernama Keysa Renjana Bentala bekerja sebagai barista dan pemilik cafe. Cafe Amore peninggalan ayah Keysa, yang dulunya seorang barista ternama di ibu kota. Keysa memiki paras yang rupawan, paras ayu Keysa menjadi aset penting bagi Keysa untuk mencapai impiannya. Keysa seorang wanita yang mencintai uang dan pria. Keysa lemah akan pria tampan. Hasratnya akan bergejolak ketika dia bertemu pria yang sesuai dengan kriterianya.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as kafe micasa
Read
+Library
Warm and Cozy

Warm and Cozy

gumam Shela, buru- buru dia pun ikut keluar di dalam mobil. Di dalam cafe, Mia sudah lebih dulu duduk di sebuah meja paling pojok dekat dengan jendela yang menampilkan pemandangan luar taman. Shela mengekor dan terduduk di depan Mia, sesekali Shela masih mendapati Mia kembali termenung dan menghela nafas panjang. “Mbak” panggil Shela pada Barista cafe. “Saya pesan espresso latte dua ya,” ucap Shela yang langsung dicatat pesanannya itu oleh barista tersebut..
102.7K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as kafe micasa
Read
+Library
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

Detik demi detik terasa berjalan seperti siput yang merayap di atas permukaan tajam. Meysa sudah duduk di pojok kafe yang terletak tak jauh dari Stasiun Tebet itu sejak lima belas menit yang lalu. Di depannya, secangkir Americano yang dipesannya sudah mulai kehilangan uap panasnya, membiarkan aroma pahitnya menguap sia-sia ke udara.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 345 Times as kafe micasa
Read
+Library
Secret Service 21+

Secret Service 21+

Chapter 9 Sebuah Sandiwara Setelah memastikan jika Max sudah berada di dalam cafe, Nichole keluar dari sebuah Maserati dan langsung menuju pintu cafe milik Henry. Sekilas Nichole mengamati bangunan cafe yang berada di Brooklyn itu, letaknya cukup strategis meskipun dari luar sepertinya cafe itu tidak terlalu besar.
1046.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as kafe micasa
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status