Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kubiarkan Suamiku Selingkuh, Karena Tidak Ingin Bercerai.

Kubiarkan Suamiku Selingkuh, Karena Tidak Ingin Bercerai.

Tanya Alesya yang sedang memasang sabuk pengamannya. "Tentu saja kelab malam." Ucap Misami dengan menangangkat tangannya dengan bersorak semangat, lalu ia mulai mengendarai mobilnya. Setelah mobil sampai dan berhenti, bukannya berhenti ditempat kelab malam. Misami malah menyinggahkan ketempat Kafe , yang sedang terkenal akhir-akhir ini karena Kafe tersebut sering di datangi para tamu sepasang kekasih yang tengah kencan.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as kafe micasa
Read
+Library
Satu Hari Dua Akad

Satu Hari Dua Akad

Setelah belanja beberapa bahan, aku mampir ke cafe dekat pasar karena tadi Nina titip untuk beli cheese cake di sana. Karena antrian yang cukup panjang, aku menunggu di salah satu meja. Cafe ini memang terkenal dengan dessert yang lezat jadi tidak heran banyak orang yang datang dan rela mengantri. "Tidak perlu dicari ternyata kita bertemu di sini." Sontak aku mendongak, mataku membulat melihat Mika berdiri di dekat meja yang kutempati. Tanpa diminta, dia langsung duduk di hadapanku. Melemparkan tatapan tajam, aku merasa terintimidasi oleh wanita yang bahkan usianya di bawahku.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as kafe micasa
Read
+Library
Bukan Pernikahan Palsu

Bukan Pernikahan Palsu

Carissa mengerti, ia peka. "Mami mau minum teh di kafe seberang, nggak?" "Just coffee, actually." "Rissa yang traktir, oke?" * Aroma chamomile yang menenangkan, Carissa hirup berkali-kali dengan senang hati. Ini kali ketiga ia berkunjung ke kafe kecil di seberang jalan, tepat berhadapan dengan butik milik Yasmin. Perempuan itu meneguk vanilla latte sebelum meletakkan cangkirnya dan memandang ibu mertuanya baik-baik.
8.4150.3K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as kafe micasa
Read
+Library
My Mafia

My Mafia

Dan uang tabungannya itu jelas tidak sedikit. Hei, Caesaria tidak akan menjadi orang miskin di negara ini. *** One Fifteenth coffee. Itu adalah nama cafe yang Caesar tujui. Tempatnya sangat cocok untuk duduk sejenak sambil minum segelas kopi panas. Caesar masuk ke dalam cafe lalu duduk di meja yang berada di pojok. Setelah itu, datang seorang pelayan membawa buku dan pena untuk mencatat pesanan. Caesar membaca semua menu dalam buku lalu mengatakan pesanannya, "Hot Cappucino dan scrambled eggs. "
104.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as kafe micasa
Read
+Library
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

Stella melihat ada satu buku yang tidak asing di matanya. "Hahaha ya ampun bukannya buku ini pernah aku berikan kepada Farhan." ucap Stella, ia tetawa saat mengingat ekspresi Farhan saat menerima buku itu. Buku yang berjudulkan cara berhenti dari minum keras. Saat ia membuka tiap lebaran buku, sesuatu terjuh dari dari dalamnya. Seperti robekan kertas. Dengan penasaran Stella mengambilnya, "Hai gadis kacamata, Teh atau Kopi?" sebuah tulisan tertera di dalamnya.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as kafe micasa
Read
+Library
Wedding Agreement

Wedding Agreement

“Ketemu.” "Di mana?" "Kafe XX." Mendengar jawaban Keyra yang singkat, membuat Mesya kesal. Dia mencubit pipi sahabatnya itu dengan gemas. “Aww… sakit, Sya!” protes Keyra sambil memegangi pipinya yang sedikit memerah. “Kamu tuh kalau di tanya jawabnya singkat banget. Bikin aku penasaran.” cebik Mesya sambil memonyongkan bibirnya.
1045.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kafe micasa
Read
+Library
Hasrat Tuan Pengacara

Hasrat Tuan Pengacara

Dia masih ada waktu, Damian bisa memilih langsung ke rumah sakit tempat janji dengan psikiater itu, atau pergi ke tempat lain. Damian kemudian melangkah kea rah mobilnya, lebih baik dia pergi ke café mimosa sambil menghabiskan waktu. Untuk balik ke kantor rasanya tanggung. ** Monik memainkan ujung gelasnya yang berisi teh aroma mawar yang sedap. Café mimosa ini unik, dia menyediakan beragam menu teh dengan rasa yang tidak umum, tapi enak. Belum lagi cemilannya yang manis tapi tidak terlalu bikin sakit gigi dan ngilu karena rasa manisnya yang pas membuat Monik merasa senang bisa datang ke café ini lagi.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as kafe micasa
Read
+Library
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as kafe micasa
Read
+Library
SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

SUAMIKU DI RANJANG SANG NYONYA

jawab Aksara. Wajah Mutia berbinr. "Wah, makasih banyak, Mas Aksa!" "Iya sama-sama." Tak berapa lama mobil pun sampai di kafe. Nama kafe itu Mawar. Sesuai namanya, banyak rumpun mawar merah mengelilingi kafe itu. Kafe itu mempunyai konsep campuran antara outdoor dan indoor. Aksara dan Mutia turun dari mobil dan dengan berjalan ke arah resepsionis kafe untuk mengambil buku menu.
824.5K viewsCompletedAdded to Library 660 Times as kafe micasa
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status