Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

Tanpa sepatah kata pun, ia mengeluarkan sebuah kotak kardus cokelat dan meletakkannya di depan kaki Cassandra. "Pakai ini," ujar Mario pendek. Cassandra melihat isi kotak itu. Sepasang safety boots kulit berwarna cokelat tan, lengkap dengan kaus kaki katun baru. Ukurannya tampak pas untuk kakinya. "Ini... punya siapa?" tanya Cassandra, suaranya melembut, kehilangan nada ketus yang biasanya selalu ada.
10165 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
Duda dan Janda Bertetangga

Duda dan Janda Bertetangga

sahut Iqbal sambil memasuki rumahnya yang mewah, lalu terus berjalan menaiki tangga besar yang meliuk indah dan selalu membuat Kintan terkagum-kagum. Iqbal mengajak Kintan memasuki ruang kerja yang berada di sebelah kamarnya. Lalu ia melepaskan tangan Kintan untuk membuka lemari besar dari kayu jati, dan mengeluarkan sebuah kotak agak besar berwarna hitam. "Ini, bukalah." Iqbal menyerahkan kotak itu kepada Kintan setelah mereka duduk di sofa panjang. Kintan menerima kotak itu sambil mengerutkan keningnya bingung. Ternyata ada kertas kecil yang menempel di tutup kotak, bertuliskan : UNTUK KINTAN.
1095.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
Mysterious CEO

Mysterious CEO

Tangannya meraih kotak berwarna merah yang ukurannya 20×20 itu. Diusapnya kotak itu dengan lembut. "Mom, tidak terasa tinggal berapa hari lagi genap enam belas tahun aku menyimpan kotak ini." Ia menatap sedih kotak yang masih terikat rapi dengan pita cantik berwarna gold. Kenangan malam itu seakan dirangsang lagi, tapi karena tak ingin mengingat kenangan pahit itu, Kensky mengalihkan pikirannya dengan harapan dan keyakinan.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 836 kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
Istana yang Retak

Istana yang Retak

Kotak itu memiliki ukiran huruf K di bagian atas. Kartika. Tanpa perlu dijelaskan, semua orang langsung memahami siapa pemiliknya. Dengan hati-hati, Bram mengangkat kotak tersebut dan meletakkannya di atas meja tua yang masih berada di ruangan itu. "Kita buka?" tanyanya. Julia mengangguk. Tangannya terasa dingin. Bukan karena takut. Melainkan karena firasat bahwa isi kotak itu akan mengubah segalanya.
388 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
Our Sweet Memory

Our Sweet Memory

Ia duduk mengistirahatkan badan disana. "There's a box in your car. What is this?" Keira mengangkat satu kotak berwarna biru dongker. Persis kamu Mei, batin Kenan. Ia melihat putrinya berjalan ke arahnya sambil terus memandangi box itu dengan mimik penasaran. Ia tahu setelah ini akan dicecar beberapa pertanyaan. Dan benar saja, si mungil berkokok di hadapannya, "Dari siapa, Pi? Apa isi kotak ini, Pi? Kenapa kotaknya agak besar? Apa yang ngasih perempuan? Apa Kei boleh buka ini? Mungkin papi nggak suka sama isinya makanya papi abaikan."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

Kurir itu menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna hitam pekat kepada Keyla. "Untuk Nona Keyla. Dari 'Masa Lalu yang Tak Pernah Mati'," ucap kurir itu sebelum langsung tancap gas pergi.
718 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
PETAKA SEKOTAK KURMA

PETAKA SEKOTAK KURMA

Sendiri di teras depan sambil menikmati pemandangan sore, taman yang tertata rapi serta belalang kendaraan di komplek mereka yang sejuk. "Nak." Ibu Mas Jaka menyentak lamunanku. Ia nampak membawa sebuah kotak kecil dari kamarnya. "Ada apa Bu?" "Ibu suka sekali mengoleksi perhiasan dan gelang-gelang mutiara asli, Ibu pikir ibu akan berikan untuk menantu ibu dan menunggu waktu yang tepat." Wanita itu membuka kotak dan memperlihatkan koleksi perhiasannya yang berkilau, aku terpukau melihat itu.
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
SUAMI YANG SEMPURNA

SUAMI YANG SEMPURNA

Alis Kevin terangkat saat aku memberikan sebuah kotak persegi panjang kepadanya. "Buka aja." Perlahan Kevin membuka tutup kotaknya dan terdiam cukup lama, memandangi benda itu dengan dahi berkerut. "Maksudnya apaan, nih?" "Masa kamu nggak tahu, sih? Itu testpack, Kevin!" "Iya, aku tahu, terus?" Pertanyaan Kevin menyebalkan. "Ya, kamu lihar, dong!" Kevin menyeringai geli. "Emosian banget sih, dari tadi. Tapi, aku benaran nggak ngerti cara liat hasilnya. Aku kan nggak pernah hamil."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kain kasa kotak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status