Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Usai bicara, dia menatap Steve dengan pandangan lembut. “Steve, ayo cepat kasih lihat hadiah untuk Kak Luna.” Mendengar itu, Steve buru-buru mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasnya, membukanya dan menyodorkannya padaku. “Ini khusus untukmu, coba dibuka.” Steve terlihat cukup bangga, seolah yakin aku bakal sangat berterima kasih. Aku melirik sekilas ke dalam kotak, sepasang anting dengan desain simple, dihiasi mutiara dan permata biru berbentuk bunga, tampak manis dan segar.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Pakaian tidur kuning cerah itu menegang saat membungkuk, memperlihatkan bahu lebar dan pinggang rampingnya itu bagaikan seekor macan kumbang yang siap menerkam mangsanya kapan saja. Selir Lyra sudah menyiapkan mental, namun rasa takut tetap tak bisa dia hilangkan sepenuhnya. Kaisar melepas sepatu, lalu berbalik dan mengangkat ujung selimut. Selir Lyra jelas-jelas meringkuk. Senyum sinis Kaisar merayap dari sudut bibirnya hingga ke dalam sorot mata hitamnya. Selimut sutra tersingkap, tubuh indah yang putih mulus tanpa sehelai benang pun terlihat jelas di bawah cahaya kuning hangat lilin.
984.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Polos Pak Boss

Ibu Susu Polos Pak Boss

“Bahannya organic cotton, lembut banget! Selimutin ini kalau Matteo tidur siang. Nih, pegang deh… halus kan?” Nayla meraih selimut yang disodorkan Matilda. "Wah, iya nih... halus banget... Teo mau bobo pake ini?" ucap Nayla menunduk ke wajah Matteo yang tertawa-tawa memamerkan gusinya. “Bu... kalau kotak ini isinya apa?” tanya Surti, matanya berbinar penasaran.
9.8132.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK

SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK

"Aku terlalu dikuasai amarah untuk melihat bahwa kau juga sedang kebingungan dan hancur saat itu." Malam semakin larut, kelelahan fisik setelah konfrontasi panjang mulai mengambil alih kesadaran mereka. Keheningan yang tadinya menyesakkan kini berubah menjadi sedikit lebih lunak. Kael bangkit sejenak, melangkah menuju kamar dan kembali dengan membawa selimut tebal berbahan bulu domba. Saat ia membentangkan kain hangat itu di atas tubuh Sabrina, gerakannya mendadak melambat. Jemarinya merapikan ujung selimut tepat di bawah dagu wanita itu dengan gerakan yang sangat berhati-hati.
1036.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 904 kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Yang Mulia Kaisar Kaelith

Istri Kesayangan Yang Mulia Kaisar Kaelith

Refleks Lucy memeluk dirinya pelan, tak hanya menggigil karena dinginnya angin malam, tapi juga suasana yang seketika menegang. Tiba-tiba, Kaelith membuka kait jubahnya. Kain merah dengan benang emas itu terlepas dari bahunya, dan sebelum Lucy sempat bereaksi, Kaelith sudah melangkah mendekat. “Yang Mulia—” Lucy refleks ingin mundur. Namun Kaelith hanya menyampirkan jubah itu ke pundaknya dengan hati-hati. Seketika tubuhnya menghangat, aroma amber samar yang menenangkan langsung menyelimuti tubuhnya.
872 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Dan Terjebak Bersama Tujuh Vampir Tampan

Terlahir Kembali Dan Terjebak Bersama Tujuh Vampir Tampan

Selena berhenti spontan, Kael berdiri tepat didepannya, di tangannya ia memegang sebuah jubah hitam yang ukurannya jauh lebih kecil, pas untuk ukuran tubuh Selena. "Pakai ini," kata Kael ketus, menyodorkan jubah itu. Selena menerima jubah itu dengan bingung. "Jubah apa ini? Bahannya terasa sangat aneh." "Itu jubah dengan perekat sihir peredam aroma," jawab Kael. "Jalur bawah tanah yang akan kau lalui itu ruangannya sempit, lembap, dan tertutup. Aroma darah manusiamu yang manis itu bisa menyebar dengan sangat cepat di tempat seperti itu dan memancing makhluk-makhluk bawah tanah yang kelaparan. Cincin saja tidak cukup untuk menyamarkan armamu, jadi pakai lh jubah itu."
10554 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

“Sa-saya menemukan ini di pinggir sungai saat mencari salah satu penyusup yang jatuh ke jurang itu, Ki.” Ki Jalu menerima kain itu, lantas memeriksanya beberapa kali. Kain hitam dengan tulisan Sunda bertinta emas di ujung sisinya itu memenuhi pandangannya. Matanya seketika membulat sempurna. Ki Jalu segera memasukkan kain itu ke dalam saku, lalu memasuki kamar dengan pikiran dipenuhi tanda tanya. ***
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

kata Reila. “Aku tidak bisa mengatur itu. Doakan aku mimpi bagus.” “Kudoakan mimpi Lavi.” “Senang sekali mendengar doamu.” Kami melapisi diri dengan jaket yang sudah diperlebar. Ada kain tambahan di dalam jaket yang berfungsi sebagai selimut—yang juga sudah tidak karuan lagi bentuknya karena milikku tersayat pedang. Jadi, selimutku sobek. Itu tidak terlalu menjadi persoalan. Aku tetap bisa berbaring dan mengambil posisi nyaman.
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Nikah Yuk!

Nikah Yuk!

“Enggak usah, Yang … aku cuma kedinginan aja, peluk donk, Yang ….” Kaivan modus agar Zhafira mau memeluknya. Terdengar langkah Zhafira menjauh dan berhenti di depan lemari. Zhafira mengeluarkan selimut tambahan dari dalam lemari kemudian membungkus Kaivan dengan selimut tersebut. Kaivan mengesah di dalam hati lalu menendang selimut yang menutupi tubuhnya. “Harus skin to skin, Yang … enggak akan bisa kalau pake selimut aja.”
9.334.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!

PESONAMU MENJERATKU, TUAN CLEON!

"Sampai menonjol begitu selimutnya." "Ha-ha-ha. Nakal ya kamu." Kevin balas menyerang Intan. Selimut yang menghalangi tubuh keduanya langsung disingkirkan sehingga memperlihatkan tubuh keduanya yang tidak memakai apa-apa. "Aaa! Kevin! Selimutnya! Dingin!" teriak Intan hendak menarik selimutnya kembali, tapi dengan cepat Kevin melemparnya jauh.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai kain selimut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status