Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RATU YANG HILANG

RATU YANG HILANG

Tiba-tiba entah angin apa, di suatu senja merah, Alifia menyurati Yusuf, “Dik Yusuf. Benar ‘kan kata kakak, kaulah yang menarik kami dari sumur ketepurukan dan kebodohan. Kemiskinan tanpa ilmu adalah malapetaka nyata. Kakak sekarang berada di rumah terang yang cahayanya melebihi taburan bintang jika dilihat dari bilik sunyi kita. Tapi kakak tak cukup tenang di sini. Doakan kakak agar bisa belajar bahagia dengan kenyataan yang ada.~ Alifia.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
CINTA YANG HILANG

CINTA YANG HILANG

Yutta sama sekali tidak ada kesempatan untuk keluar dari rumah itu, jika keluar kamar pun, dua patung hidup itu pasti akan bertanya terlebih dahulu, dia mau kemana, mau apa dan lain sebagainya. Sungguh menyebalkan! “Sayang kenapa kamu kok malah bengong?” tanya Adelia pada Yutta, sadari tadi ia memperhatikan calon menantunya itu hanya diam dengan tatapan kosong. “Eh iya Mah. Aku gak apa-apa kok,” jawab Yutta, sedikit tersentak.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Misteri Bangku Kosong

Misteri Bangku Kosong

Hatiku terenyuh. "Kalau dia ganggu kamu lagi, bilang sama aku. Aku pasti bantu." Dia memandang padaku. Matanya menyembunyikan emosi yang tidak dapat kumengerti. Seperti terkejut, tapi juga seperti kecewa. Semua tempat duduk di kelas diatur dua-dua, tidak terkecuali Laura. Kursi di sebelahnya kosong, dan warna mejanya terlihat lebih gelap dari miliknya, seperti kayu mahoni.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

Langsung mematikan telepon Ketika telpon mati jantung Rizal berdebar kencang. Memang dia belum mengatakan apapun kepada Hana tentang keinginannya menikah, masa iddah Hana sisa sebulan. Masih jauh membicarakan pernikahan. "Aku harap Hana udah move on dari Malik." Rizal mendesah berat. Beranjak sembari membawa piring untuk dicuci.
10117.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Dia berdiri di depan pintu sejenak, lalu menarik napas dalam-dalam dan mendorong pintu hingga terbuka. Ruangan itu kosong dan sunyi, bahkan membuat Zaki agak asing. Apakah rumahnya juga sekosong ini sebelumnya? Dia melangkah masuk dengan ragu-ragu, mendongak, dan melihat dinding yang kosong. Baru kemudian dia menyadari bahwa foto pernikahannya belum terpasang. Tiba-tiba Zaki merasa panik, dia dengan tidak sabar mencari-cari di sekitar ruangan.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

Di Rumah yang Sunyi Di rumah yang kini terasa kosong, Arka duduk di meja makan dengan kepala tertunduk. Lampu dapur yang redup memancarkan cahaya lembut, namun tidak mampu mengusir bayangan kesepian yang memenuhi ruangan. Udara malam yang dingin masuk melalui celah jendela, tetapi Arka bahkan tidak memperhatikan. Matanya tertuju pada ponselnya yang tergeletak di sofa, layar hitamnya seolah mencerminkan kehampaan di dalam hatinya.
98.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Kael mengerutkan dahi, “Kalau begitu, jika kita uraikan kembali—‘Nolvarëa’… Pilar abadi, atau mungkin ‘Kosongkan’ dalam arti metaforis; ‘Si’van thal’qel’… mata dan bayangan, ‘lyriën vhalë karnys’… jalan dan terbuka.” Kinari menarik napas dalam, matanya menyipit seolah mencoba menembus lapisan-lapisan makna tersembunyi. “Kalau kalimat itu disatukan berwrti ‘Kosongkan mata dari bayangan, maka jalan akan terbuka’," Kinari mengusap dagunya, lalu matanya menyipit. "Jadi ini bukan hanya pesan biasa. tapi sebuah perintah—ajakanku untuk melepaskan persepsi yang tertutup oleh ilusi.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

Sekedar mengetikkan pesan sederhana. Kalimat pertama: “Halow, dah makan belom?“ dengan segera ia delete. Ia perlu menghapus karena itu kalimat yang ia sudah beberapa kali gunakan. Tak kreatif rasanya kalau kalimat yang ia buat begitu terus. Kalimat kedua: “Lagi dimana? Ngapain?“ segera ia delete tanpa sempat menyelesaikan ketikan. Rasanya kata-katanya terlalu basi.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Dunia yang lahir dari cinta. Dunia yang lahir dari kemarahan. Dunia yang lahir dari kehilangan. Dunia yang lahir hanya dari satu kata pertama yang sederhana. Lalu halaman-halaman itu berhenti. Di satu halaman kosong. Kosong sempurna. Hanya ada satu kalimat kecil di tengahnya: Siapa yang menulis penulis? Semua merinding. Kaelan mengerutkan kening.
910 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Tapi sekarang, sesuatu yang lebih besar mulai merayap masuk. Sesuatu yang bahkan Penulis Pertama pun tak sempat tulis. Sesuatu yang disebut: Void-0. Void-0 bukan hanya kekosongan. Ia adalah kekosongan yang menyadari dirinya kekosongan. Ia tidak memakan cahaya, ia memakan arti. Ia menghancurkan makna, tujuan, emosi, dan bahkan struktur cerita itu sendiri. Lena pertama kali menyadarinya ketika sebuah kalimat yang ia tulis tiba-tiba hilang begitu saja dari halaman. Bukan dihapus. Tapi tidak pernah ada.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kalimat kosong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status