Bukan Preman Biasa
Tidak lama kemudian Siska datang menghampiri, ia menengok kamat Satya yang tertutup, duduk di samping Ibunya.
"Menurut Ibu, dia ini orang baik atau jahat?” Tanya Siska pelan.
"Masa bodo, mau dia baik atau jahat. Yang terpenting sekarang, anak itu sudah nikah. Setelah ini, kita harus paksa mereka meninggalkan rumah.” Jawab Rina.
"Tapi rencananya bukan kayak gini dari awal, Preman yang kita sewa gak kelihatan barang hidungnya tadi.” Kata Siska, Rina mengisyaratkan agar Siska menutup mulutnya.
Hot Chapters