Menjadi Istri Kedua CEO
Tapi tidak sepenuhnya salah juga karena Kinar yang meminta solusi dengan datang ke Jakarta.
“Tidak ada yang gratis, ‘kan, Nar?” Rania tersenyum segaris. “Kamu, sejauh ini selalu berjuang sendiri. Aku tahu kamu lelah. Aku tahu kamu membutuhkan sandaran. Aku tahu kamu butuh pelukan yang setiap malamnya bisa membisikkan kata-kata penuh semangat. Aku tahu, Nar, meski tidak merasakan detailnya. Tapi meskipun mereka yang meminta dan terlihat tulus, di dunia ini ada yang namanya karma dan dia berjalan mengikuti ke mana pun arah kakimu melangkah.”
Kinar lelah jika membicarakan tentang karma. Mulutnya akan terkunci rapat-rapat dan pikirannya kosong. Kinar tidak tahu harus menjawab apa dan bagaimana l
Hot Chapters