Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

Niat hati ingin pergi liburan di kampung halaman sang Nenek. Justru Melly dan Intan malah mendapati teror dari banyaknya hantu di sana. Setiap hari korban tumbal juga berjatuhan, satu persatu warga desa mati dengan mengenaskan. Mereka semua mencurigai keluarga Pak Cipto adalah dalang dibalik tragedi tersebut. Mampukah Melly dan Intan mengungkap misteri itu? Jangan lupa like, komen, follow akunku dan berlangganan ceritaku ya. Makasih 🥰❤️
1065.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Selamat Malam Duniaku

Selamat Malam Duniaku

Dewanu
Kisah seorang gadis yang terjebak dalam dunia malam. Mira tak pernah menyangka akan menjadi tulang punggung keluarga setelah kedua orang tuanya wafat. Tak pernah terbayangkan bahwa paman kaki panjang itu adalah maut baginya. Andres membuat dirinya hampir terjual di tangan lelaki hidung belang. Hampir saja semua itu membuatnya menyesali hidupnya. Hingga seorang pria muncul untuk menolongnya. Pria itu Ferdian. Dia mengira Ferdian tak ubahnya seperti yang lain. Tapi dia hanyalah berpura-pura menjadi pria brengsek untuk bisa membalaskan dendam atas kematian Vivin adiknya. Perjalanan pertemuan mereka menjadikan cerita ini menarik. Mira terselamatkan karena Ferdian yang jatuh cinta kepadanya. Pria kaya itu menyelamatkan hidupnya.
3.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Perpustakaan Tengah Malam

Perpustakaan Tengah Malam

Diya Putri
*Perpustakaan Tengah Malam* adalah sebuah novel fantasi yang mengisahkan petualangan seorang remaja bernama Lila di sebuah perpustakaan misterius yang hanya buka dari tengah malam hingga subuh. Perpustakaan ini terletak di sebuah kota kecil yang tenang dan dipenuhi dengan buku-buku yang memiliki kekuatan magis. Suatu malam, Lila yang merasa bosan di rumah, menemukan perpustakaan ini secara tidak sengaja. Ia bertemu dengan Pak Arman, penjaga perpustakaan yang bijaksana, yang memperingatkannya untuk tidak membawa buku-buku keluar dari perpustakaan karena setiap buku memiliki ikatan khusus dengan tempat tersebut. Di perpustakaan, Lila menemukan sebuah buku berjudul "Rahasia Tengah Malam" yang membawanya ke dunia lain yang penuh dengan makhluk aneh, misteri, dan petualangan yang menakjubkan. Setiap halaman buku tersebut membuka pintu ke petualangan baru, menguji keberanian dan kecerdasan Lila dalam menghadapi berbagai tantangan. Novel ini menggambarkan perpustakaan sebagai tempat yang bukan hanya untuk membaca, tetapi juga sebagai portal ke dunia lain di mana fantasi dan kenyataan bercampur menjadi satu. Dengan alur cerita yang penuh dengan kejutan dan karakter-karakter yang menarik, *Perpustakaan Tengah Malam* membawa pembaca ke dalam dunia magis di mana segala sesuatu bisa terjadi. Buku ini mengajarkan tentang kekuatan imajinasi, pentingnya pengetahuan, dan keberanian untuk menjelajahi hal-hal yang tidak diketahui. Bagi para pecinta fantasi dan petualangan, *Perpustakaan Tengah Malam* adalah sebuah perjalanan yang tak terlupakan.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

Kelima pemuda yang harus memperjuangkan keinginannya menjadi calon menantu Pak Ustadz di daerahnya. Kelima pemuda itu bernama Kang Arya, Rendy, Deny, Putra dan Ryan yang memperjuangkan hati seorang Rinda, putri semata wayang Pak Ustadz. Tantangannya adalah menjelajah ke Gunung Lawu dan menguji keberanian mereka agar bisa membuktikan bahwa salah satu dari mereka berhak maju menyatakan cintanya pada sang pujaan hatinya itu.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
27 Hari Menanti Janji Palsu

27 Hari Menanti Janji Palsu

Ibuku sakit kritis dan ingin melihatku menikah sebelum dia meninggal dunia. Selama 27 hari, aku memohon kepada pacarku, Rayhan, sebelum akhirnya dia setuju untuk buat akta nikah denganku. Aku menunggu di Kantor Catatan Sipil hingga jam tutup, tapi dia tidak pernah datang. Pada hari yang sama, Mira, teman masa kecil Rayhan, mengunggah akta nikahnya di media sosial. "Waktu berlalu begitu cepat. Tiga hari lagi, pernikahan kita genap sebulan." Baru saat itu aku sadar bahwa pada hari pertama aku memohon kepada Rayhan, dia sudah menikah dengan teman masa kecilnya. Pada saat itu juga, aku menerima pesan permintaan maaf dari Rayhan. [Nadia, Mira dipaksa menikah oleh keluarganya. Aku nggak bisa diam saja melihat dia menikah dengan orang sembarangan.] [Kami bisa cerai tiga hari lagi.] [Tiga hari lagi, aku akan menikahimu.] Tiga hari kemudian, Rayhan datang dengan setelan jas rapi di pintu masuk Kantor Catatan Sipil. Tapi dia menerima pesan dariku. [Rayhan, selamat tinggal selamanya.]
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Talak Di Hari Kematian Putriku.

Talak Di Hari Kematian Putriku.

Sejak awal, Rani terpaksa menikahi Hendra karena jebakan licik pria itu, serta tekanan dari paman dan bibinya. Meski demikian, dia menahan segala penderitaan demi putri kandungnya. Hanya saja, sang anak mendadak meninggal karena kelalaian sang mertua! Rani pun meledak, hingga membuat Hendra panik dan menceraikan Rani tepat di hari kematian anak mereka. Tak sampai di sana, Hendra bahkan memfitnah Rani, hingga wanita malang itu dipenjara. Namun, siapa sangka justru dewa penolong itu muncul di tengah kemalangan Rani? Pria itu bahkan berjanji untuk membebaskan Rani dan membalaskan dendam. Lantas, siapa orang itu? Apakah kali ini adalah cinta sejatinya atas justru pembawa malapetaka baru bagi Rani?
1065.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Suamiku, seorang komandan resimen, akhirnya setuju aku ikut ke kesatuan, dengan satu syarat… Anak kami tak boleh memanggilnya ayah. Delapan tahun kami menjalani pernikahan rahasia. Delapan tahun pula aku tinggal di desa, merawat kedua orang tuanya. Setelah kedua mertuaku meninggal dunia, aku dan anakku memohon padanya agar kami bisa ikut bersamanya ke kesatuan. Dia setuju… Tapi dengan satu syarat! “Setibanya di kesatuan nanti, status kalian hanyalah kerabatku dari kampung,” ucapnya dingin. Saat itulah aku mengerti… Ternyata, di kesatuan sana, dia sudah memiliki keluarga lain. Akhirnya, aku membawa anakku pergi tanpa menoleh sedikit pun. Dan pria yang dikenal dingin itu… Justru tampak panik.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

Menikah dengan atasannya sendiri, awalnya adalah mimpi indah yang terkabulkan bagi seorang Aisyah Anidia. Namun, bagaimana jika ternyata Bramantyo, pria yang menikahi dirinya itu tidaklah tulus menerimanya sebagai seorang istri? Pria itu hanya bersandiwara di depan kedua orang tua mereka. Wanita idaman lain, tekanan mama mertua, dan juga sikap sang suami yang tidak pernah menganggap kehadirannya adalah sebuah penderitaan lahir maupun bathin bagi seorang Aisyah Anidia. Bagaimana dia bertahan dalam menjalani biduk rumah tangga, tanpa cinta dari suaminya, Bramantyo Laksono? Haruskah dia berjuang sendirian? Lalu, bagaimana jika suatu hari kejadian buruk menimpa suaminya ? Akankah Aisyah tetap setia ataukah memilih menyerah lalu pergi? Ikuti kisahnya dengan terus membaca novel ini!
912 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Di Hari Nikah, Aku Pergi

Di Hari Nikah, Aku Pergi

“Nona Liana Tandra, kami telah menyiapkan mayat yang persis sepertimu sesuai permintaan Anda. Sepuluh hari kemudian, kami akan mengirimkannya ke pernikahanmu dengan Tuan Hansen Gunadi.” Setelah mendengar jawaban dari staf di telepon, ketegangan Liana selama berhari-hari akhirnya sedikit mereda. “Baik, terima kasih.” “Sama-sama, ini memang pekerjaan kami. Anda tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang curiga dengan mayat ini.” Setelah mendapatkan jaminan, Liana menghela napas lega. Kemudian dia memastikan lagi rincian pengiriman mayat dengan staf, dan menutup telepon lalu masuk ke dalam ruangan VIP. Ruangan VIP yang awalnya berisik, seketika semua orang terdiam saat melihatnya masuk.
27.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 780 kali sebagai kata bijak hujan malam hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
89101112
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status