Di Antara Dua Hati
“Sulit sekali menghadapi para kaum wanita. Kalau kita bersikap lembut kepada mereka, nanti yang ada mereka salah mengartikannya, lalu ujung-ujungnya berakhir dengan kata baper. Bersikap sedikit keras juga salah. Sabar, Malik, kamu harus banyak-banyak beristigfar ....”
Pukul sepuluh malam, Malik baru akan pulang ke rumah. Namun, di luar angin terasa berembus cukup kencang dan hamparan langit berubah pekat. Malam ini, tampaknya sinar rembulan dan juga bintang tidak menghiasi hamparan langit yang sudah ditutupi oleh pekatnya awan hitam. Pertanda akan turun hujan, berkah dari Sang Maha Kuasa.
“Lho, Jihan. Kamu belum pulang ke rumah? Kamu enggak bawa mobil? Ayook, saya akan mengantar kamu pulang
ตอนยอดนิยม