Terjerat Pesona Kakak Ipar
"Kakak iparmu sedang mabuk berat dan belum sadar. Berbaringlah sebentar lagi. Pulanglah setelah kamu merasa lebih baik."
Aku berpura-pura masih linglung, menggerakkan tubuh sedikit, lalu mengerutkan kening. "Bibi Fenti, kenapa celanaku basah dan lengket begini? Apa ada minuman yang tumpah?"
"Hah? Oh, iya! Benar, benar sekali!" Bibi Fenti buru-buru menyahut, mengikuti alur bicaraku. "Tadi waktu Bibi membantumu, nggak sengaja menyenggol gelas sampai tumpah ke badanmu. Terasa nggak nyaman, ya? Sini, biar Bibi bersihkan."