Menjual Warisan Demi Harga Diri
Asih tak seharusnya mengharapkan pengertian dari pria yang tak akan pernah mengerti rasanya hidup di atas duri selama ini!
"Kalaupun itu terjadi, aku tidak dirugikan, Arif," Asih membalas, suaranya sedalam jurang, matanya menyorot tajam tanpa gentar. "Berbeda dengan kalian yang selalu menjaga reputasi. Bagimu, harga diri seseorang sepertiku hanyalah setara dengan debu yang kotor. Jadi, apa pedulimu soal reputasiku?"
Arif membalas tatapan Asih yang begitu berani, sebuah seringai tipis yang tadi menghiasi bibirnya kini memudar perlahan. Ada ekspresi yang sulit diartikan melintas di matanya.
Capítulos em Alta