Mengikuti Kata Hati
Kalimat pertamaku adalah, “Papa, aku nggak ingin menikahi Xavier lagi. Aku ingin pergi ke Selandia Baru untuk mengurus bisnis keluarga.”
Papa tampak terkejut.
“Tapi bukankah kau ingin menikahi Xavier sejak kecil? Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?”
“Karena aku nggak menyukainya lagi. Aku hanya ingin mengelola bisnis keluarga dengan baik sekarang. Papa, kabulkanlah permintaanku ini.”
Papa menatapku, putri kesayangannya, dan menghela napas.